Semesta bersama Ziva

Semesta bersama Ziva

  • WpView
    Reads 115
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing2h 4m
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2026
Semesta bersama gue dengan segala keceriaan sepanjang hari. Persahabatan yang tulus yang gue miliki sungguh membuat hati ini tak ingin meninggalkan tempat kami bertemu, bersama. Kisah cinta gue yang luar biasa menjungkir balikkan hidup, meski begitu tak sampai menelantarkan tanggung jawab sebagai anak. Apalagi kalau bukan impian. Sebenarnya impian gue simple, hanya ingin jadi orang sukses memiliki pendamping yang mumpuni dan dikelilingi para sahabat yang gue sayangi luar biasa. Namun semua itu tak semudah harapan, yang gue hadapi peliknya kisah cinta. Yang gue jalani susahnya dengan materi-materi kuliah yang buat kepala gue pusing tak terhingga, belum lagi patah hati yang bikin hati hancur. Inilah kisah gue, yang pada akhirnya bisa menggapai impian besar, meski hati gue harus merelakan tak ada pemiliknya, apakah itu akan terjadi? Entahlah!
All Rights Reserved
#39
masamuda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jangan Berpaling Dariku
  • GALEN
  • TAKSUB (PBAKL 2019)
  • DUNIA EKSPERIMEN
  • Shanarqie
  • BANDOENG DIKALA MALAM [ON GOING]
  • Hak Milik Arissa Aura Sofea | Ongoing
  • My Best Mama

Berkahwin dengan lelaki yang dia cinta merupakan impian dalam hidup Aina. Bahagia... itu yang dia mahu bersama Benjamin. " Sampah apa yang kau bagi pada aku ni?" kasar suara Benjamin menyoal. Aina mengambil dokumen yang dilemparkan Benjamin di atas meja lalu dia membelek sekali lagi. Rasanya tiada kesilapan yang dia lakukan kerana dia telah menyemak berkali-kali sebelum menghantarnya kepada Benjamin. " Erk... ini kan dokumen yang Encik Benjamin suruh saya buat." Aina membalas perlahan. Dan dia rasa ingin menampar mulut sendiri kerana menjawab. " Ini bukan dokumen yang aku suruh kau buat tapi ini sampah! Benda macam ni patut masuk dalam tong sampah, bukan kat atas meja aku!" Benjamin membentak kuat. Namun hidupnya seakan tercampak ke dalam lembah kedukaan bila Benjamin sering menolaknya jauh dari sisi. Bertahan atau mengalah... apa yang harus dia lakukan? Dibenci suami sendiri, sanggupkah Aina bertahan di sisi Benjamin?

More details
WpActionLinkContent Guidelines