Blooming Like a Rose [Abiana]

Blooming Like a Rose [Abiana]

  • WpView
    Reads 8,825
  • WpVote
    Votes 1,184
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 9, 2022
• Abiana dan setangkai mawarnya • Bergulung dengan ombak adalah rintangan shahih ketika berenang di dalam samudera kehidupan. Bertahan atau menyerah bak persimpangan di ujung jalan, dan hak atas memilih ada dalam kendali akal sendiri. Menjadi kuat bukan serta merta didapat lewat tawa, namun luka berbalut duka nestapa. Sebab terjerembab adalah syarat mutlak menjadi manusia. Tetapi buat catatan di dalam kepala, sekalipun jatuh 100 kali, pastikan raga dan jiwa bangkit 101 kali. Dari sekian banyak cita-cita yang Abiana tulis di dalam notesnya, ada satu yang begitu ia dambakan untuk menjadi bagian dari dalam dirinya. Yakni, mawar. Betapa naifnya seorang Abiana tatkala dirinya berpikir dapat mengesampingkan segala rapuh dan menanggung beban luka seorang diri. Dia bukan hero di dalam komik, pun dia bukan robot yang bisa terus hidup selama diberi baterai, dia hanya seorang putri Adam dan Hawa, dengan segala duka dan keputus asaan di segala sudut tubuhnya.
All Rights Reserved
#797
percintaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANOTHER JOURNEY | Spin-off IN THE END ✔
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Let Me Love You Longer
  • MAVZIVA
  • Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ]
  • Pretending Love [END]
  • SACRIFIER | ONGOING and REVISION
  • Mistakes [END]
  • Saat Cinta Tak Terucap

Menjalani hari-hari setelah kehilangan, memang tak akan pernah bisa lagi berjalan seperti sebelumnya. Namun pada kenyataannya, waktu terus berjalan tanpa bisa berhenti untuk sekadar mengambil jeda. Raga Anjana, yang tiba-tiba harus menjadi anak pertama setelah kepergian Mas Abi pun merasa hidupnya seketika kehilangan arah. Namun tanpa diduga, bapak yang selama belasan tahun hilang tanpa kabar itu tiba-tiba kembali lagi dengan alasan yang mengejutkan siapa saja yang mendengarnya. Kelima adiknya; Jantera, Mahardika, Nawasena, Adikara, dan juga Sapta pun harus tetap melanjutkan hidup mereka. Seiring perjalanan mereka bertambah dewasa, masalah pun datang silih berganti dari berbagai sisi. Termasuk, dari sisi percintaan yang mulai mereka rasakan. © Ira Grace, 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines