Malam ke-40

Malam ke-40

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 3, 2022
Berkisah tentang suatu malam di mana warga sekitar dikagetkan dengan ditemukannya plastik hitam besar yang dililit kain putih yang berada di depan rumah-rumah warga, semua warga sontak menyebut bahwa ini adalah ulah seorang wanita yang bernama Sumarni, di tambah terdapat peristiwa kelam yang pernah terjadi di desa itu. Sebenarnya apakah isi plastik hitam besar itu, siapakah Sumarni dan peristiwa kelam apa yang pernah terjadi di desa itu?
All Rights Reserved
#178
trailer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Desa Pendosa - TAMAT ✔️
  • Koridor Sekolah ✔ ||  (TELAH TERBIT) ||
  • Misteri Si Gadis Kucing
  • Para Bajingan Dan Perempuan Gila [END]
  • DESA TANPA SIANG
  • Echoes of Mortality
  • Lorong belakang sekolah
  • PSYCO GIRL /Psychopat Trap (TELAH TERBIT)

🚫 PLEASE DO NOT PLAGIARISM!! Sebagai bagian dari tugas akhir kuliah, sekelompok mahasiswa dikirim ke Desa Kembang Arum, sebuah desa terpencil yang jarang terdengar namanya. Tujuan mereka sederhana: melakukan pengabdian masyarakat sembari mengumpulkan data penelitian. Desa itu terletak jauh dari keramaian, dikelilingi oleh hutan lebat dan jalan berbatu yang membuat perjalanan terasa tak berujung. Setibanya di sana, mereka disambut dengan senyuman warga yang ramah namun terasa dingin, seperti menyembunyikan sesuatu. Rumah yang disediakan untuk mereka sederhana, namun cukup nyaman. Namun, ada satu aturan yang berulang kali ditekankan oleh penduduk desa: jangan keluar rumah setelah gelap. Alasannya tidak dijelaskan, dan mereka hanya menganggapnya sebagai tradisi lokal yang harus dihormati. Hari-hari pertama berjalan biasa saja. Mereka mulai menjalankan tugas masing-masing, mengamati kebiasaan penduduk, dan mencoba beradaptasi dengan suasana desa yang tenang. Namun, semakin lama, mereka menyadari ada sesuatu yang tidak biasa di desa ini. Warga terlihat menghindari topik tertentu, sudut-sudut desa terasa terlalu sunyi, dan ada rasa tidak nyaman yang perlahan merayap di antara mereka. Di tengah rutinitas yang tampak normal, hubungan di antara kelompok itu mulai memanas. Ketegangan muncul, didorong oleh perbedaan pendapat, tekanan tugas, dan rahasia-rahasia pribadi yang mulai terungkap. Tanpa mereka sadari, perjalanan ke Desa Kembang Arum menjadi lebih dari sekadar tugas kampus. Desa ini menyimpan sesuatu yang jauh lebih besar-sesuatu yang akan mengubah hidup mereka selamanya. Apa sebenarnya yang tersembunyi di Desa Kembang Arum? Dan mengapa seolah-olah desa itu perlahan-lahan menelan mereka? seberapa jauhkan mereka mampu bertahan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines