Bertemu Lagi Denganmu

Bertemu Lagi Denganmu

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 1, 2021
Berjalan bersama seseorang yang kita cintai adalah momen yang tidak akan terlupakan. Saling mencintai dan dicintai. Apalagi ia adalah seseorang yang selama 15 tahun aku kagumi dan tentu saja dia adalah cinta pertamaku hingga sekarang. Banyak hal yang membuat aku ingin menyerah untuk menyampaikan rasa sayangku untuknya. Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil adalah satu kalimat yang benar-benar aku rasakan. Berbagai macam perjalanan dan proses yang aku lalui hingga pada akhirnya aku bisa benar-benar menggapai dan menggenggam tangannya untuk selama-lamanya. Ini adalah kisah cinta pertamaku dimulai dari aku Sekolah Dasar hingga hingga diusiaku saat ini. "Hai, kita berjumpa lagi" Aku menyapanya dengan sedikit keraguan apakah dia masih mengenaliku? ~Charles Adyatma "Emm tentu saja ternyata dunia ini tidak begitu lebar" Aku hampir saja tidak mengenalinya Dia sangat berbeda ~Arlyn Godelva Natalia
All Rights Reserved
#98
clbk
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Tak Terpisahkan (Bbangsaz)
  • DikaRanggi
  • The Other You
  • Mencintaimu Dalam Diam     (On Going)
  • Mengukir sukacita sesaat, lukacita selamanya
  • Uberuns || Gefahrlich 2 [Selesai]
  • BUCIN SMA

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines