PSIKOPAT GANTENG(On Going)

PSIKOPAT GANTENG(On Going)

  • WpView
    Reads 1,836
  • WpVote
    Votes 169
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 26, 2021
Wajib baca biar halu bareng 😂 Pesikopat nya ganteng loh.. " Eh bapak, kok makin hari makin ganteng sihhh uluh2 jadi sayang." Ucap Amel menjahili bintang. " Dasar wanita aneh." Maki bintang. " Di puji bukan nya seneng dasar bunglon." Maki Amel." Aaaaa tapi gemesin ni, walaupun mainan nya usus coi usus bukan usus ayam, ni orang ogeb aduh, pengen nyentil tu ginjal, tapi ngeri ." Ucap Amel tak jelas. Terjebak antara, dua orang pesikopat, yang ternyata mereka bersaudara.... Itulah yang Amel rasakan. " Mati, di antara cinta mu, atau tenggelam mengiklaskan semua cinta itu." Yok baca:)
All Rights Reserved
#147
maut
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAH (Menikah Dengan Mantan)
  • Senyuman Penghipnotis Rasa
  • Caramel Macchiato [SELESAI]
  • Tunanganku? Oh, bukan! [END]
  • Monster Salju dan Bidadari Surga
  • Alletarez
  • Nikah yuk!
  • DEAR US (SELESAI)
  • Kisah Singkat Untuk Gante

Amel di tawari uang senilai dengan jumlah yang harus ia bayar pada rentenir, sementara itu Evan ingin imbalan dari gadis di depannya, tentu saja... tidak ada yang gratis di dunia ini, Evan ingin Amel menjadi pengantinnya. "Kita tidur seranjang lagi?" Amel menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Merasa kikuk dengan pertanyaannya sendiri. Kenapa ia merasa malu? "Kamu mau kita pisah ranjang?" Amel melongo, kemudian mengibaskan tangannya, "bukan gitu maksud aku!" "Ya, terus gimana?" "Kita pisah kamar aja?" "Loh kenapa?" Evan bertanya bingung. "Ranjangku cukup kok buat kita berdua," ucap pria itu, sedikit mengulas senyum tipis kala melihat Amel sedikit gelagapan. "Bukan gitu, Van..." "Ya gitu gimana sih, Mel? Ga paham aku," jelas Evan. "Kita kan cuma nikah kontrak," ujar Amel sambil bercicit di akhir kalimat, hatinya merasa tidak nyaman mengucapkan kalimat itu, bukankah dulu itu keinginannya? "Yang kontrak itu kan perjanjiannya, nikahnya Sah kok, Mel! Nggak salah kalau kita tidur bareng." Amel terdiam. Merasa kalah telak dengan ucapan Evan. Pernikahan mereka Sah, secara hukum dan agama. Yang kontrak hanya perjanjiannya saja. Amel termenung. Benar juga. Lalu, apakah mereka akan menemukan bahagia di antara lika-liku rumah tangga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines