Marindi
  • WpView
    Reads 600
  • WpVote
    Votes 107
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 19, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Karin dihadapkan dengan kenyataan bahwa lelaki yang sangat ia cintai, adalah anak dari wanita yang telah menghancurkan keluarganya. Di satu sisi, ia sangat mencintai Dika.Tapi disisi lain, ia tak bisa bersama dengan anak dari wanita yang telah menghancurkan hidupnya. Ia bertambah bimbang, ketika melihat usaha Bisma untuk mendapatkannya. Kesetiaan dan ketulusan Bisma membuatnya terlena. Apa dia harus merelakan lelaki yang sangat ia cintai, dan memberi kesempatan kepada lelaki yang telah berjuang untuknya selama ini? Apa dia bisa? Pertanyaan demi pertanyaan muncul di otaknya, dan sialnya ketika ia akan memberikan hati untuk Bisma, Dika mulai berusaha untuk membuat Karin percaya bahwa dia tak seburuk ibunya. Lalu siapakah yang akhirnya akan Karin pilih?Anak dari penghancur keluarganya, atau lelaki yang selama ini telah berjuang untuk mendapatkannya?
All Rights Reserved
#7
twt2021
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • SEBELUM KAMU(TAMAT)
  • LimMit! (Sudah Revisi)
  • Love Love Love ✓
  • ZAWIL
  • Anak durhaka
  • Januari yang Menepi
  • Narasi patah hati
  • KARSA
  • Mustahil Ku Hidup Denganmu

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines