Bangku Dekat Jendela

Bangku Dekat Jendela

  • WpView
    Reads 242
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 7, 2021
"Aku menyukaimu." "Hah?" "Benar-benar suka, zhēnde xǐhuan nǐ." "..." "Suki da yo! Daisuki!" "Oke, oke, stop!" Tangannya menyila jari-jariku yang menutupi seluruh wajahku. Terlihat raut wajahnya kegirangan melihat ekspresi maluku yang tak tertahankan. Aku percaya mukaku saat ini pasti memerah seperti kepiting rebus. Ahh... aku benar-benar malu. Dia sungguh pintar membuatku merasa malu dan senang sekaligus. Siapa yang akan menyangka, cintaku selama tiga tahun akhirnya terbalaskan. Aku senang, tidak, bukan, aku sangat sangat bahagia! Aku ingin memeluk dan menciumnya saat ini, di tengah kerumunan ratusan orang ini. "Apakah kau menangis? Astaga, apakah aku menyakitimu? Kau kecewa karena aku telat mengungkapkan perasaanku, ya?" Wajahnya seketika memperlihatkan kesedihan, dan itu terlihat sangat imut bagiku. Kuarahkan jari-jariku menuju pipi gempalnya yang memerah akibat suhu dingin malam ini. Binar matanya seketika bersinar terang. Ah sungguh... dia sangat cantik. Kulekatkan bibirku menyentuh bibirnya. Hangat... lembut... hatiku terasa seperti gletser es yang mencair. Seperti ini kah rasa angin musim semi yang berhembus pada malam musim dingin di Tokyo? "Yes, i still love you. I always love you, Ioka🖤"
All Rights Reserved
#7
musimdingin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • Haikyuu ships
  • 🪷 See You Again At School? {Netherland X Indonesia} 🪷 [Tamat]
  • Kedudukan yang tepat [END]
  • Haru Wo Matteimasu ( Waiting for Spring)
  • Flare Up of Sense
  • Five Boys VS Cute Girl( Benci Dan Perasaan Cinta) [End]
  • Bianglala
  • Maginot Line (Complete)
  • • EUTANASIA •

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines