Walk Alone

Walk Alone

  • WpView
    LECTURAS 16
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, dic 26, 2021
Memang tidak ada larangan untuk jatuh hati pada seseorang yang kita jadikan tujuan, namun untuk menaruh rasa sepertinya butuh pilihan. Karena tidak semua rasa bisa menetap pada rumahnya, bisa jadi hanya singgah atau sekedar mampir. Kopi dan gula masih sempurna untuk di kolaborasi. meski dari dua cita yang berbeda, ketika disatukan akan menjadi kesatuan utuh dengan aroma yang menenangkan bagi pecintanya. Jika kita hanya memilih satu dari mereka, maka cita rasa itu tak akan bisa stabil. Sama halnya dengan orang yang sedang menjalani kisah cinta. Setiap kisah pasti akan ada momen terbaik yang dituju bukan? Dan, banyak yang mendambakan akan tercapai. Untuk itu dibutuhkan kestabilan hubungan, antara katredal dan istiqlal bukan sesuatu yang stabil jika disatukan, tidak utuh karena dari keyakinan hati yang berbeda. Sampai kapanpun tak akan pernah bisa menyatukan keduanya, iman yang jadi taruhan, akhirat menjadi pilihan. "Nara," lelaki itu terbungkam untuk beberapa menit setelahnya. "Jadi sebenarnya kamu memeluk islam?" Kini gadis itu yang terdiam, ia merunduk kebawah seperti sedang menyesali sesuatu yang selama ini ditutupinya. -- "Kalau aku mengaku, aku nggak bakal bisa menaruh rasa lagi padamu" ungkapnya sendu. "Tapi yang kamu lakukan itu salah Kim Nara!" tegas lelaki tersebut, dengan emosi yang seketika memuncak.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Prameswari
  • UNREQUITED LOVE
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Hadiah Terbaik Dari Allah
  • tentang sebuah rasa
  • Imam untuk Gladysa✓
  • Mahligai Cinta [END]✓

Raden Ajeng Nandira selalu menjadi cinta pertama, cinta sejati, dan yang paling disayang oleh Gusti Pangeran Harya Senopati. Namun, sebesar apa pun rasa sayang seseorang, itu tak pernah menjadi jaminan bahwa sebuah hubungan akan bertahan selamanya. Dalam setiap kisah kehidupan, selalu ada batu sandungan. Begitu pula dengan kisah dua insan ini. Akankah Raden Ajeng Nandira memilih cintanya? Atau karier yang selama ini ia bangun dengan penuh perjuangan? Apakah benar, karier selalu menjadi alasan bagi sepasang kekasih untuk mengakhiri hubungan? - "Mas... kamu udah janji sama aku, kalau kita bakal lewatin ini bareng. Tapi kenyataannya?" ucap Nandira di sela napasnya yang bergetar. Pria di hadapannya hanya bisa menunduk. Pasrah. Menerima setiap kata yang keluar dari mulut wanita yang ia cintai. "Maaf... Dira...." Gadis itu tak berhenti menghapus air mata yang mengalir pelan di pipinya. "Setelah semua yang kita lewati, setelah aku korbankan karierku... Sekarang? Kamu mau ninggalin aku?" suaranya meninggi, penuh amarah dan kecewa. "Bajingan kamu!" Plak! Tepat setelah kata itu terlontar, tangan halusnya mendarat di pipi pria itu. Pria itu menggenggam tangan halus Kirana, lalu mengecupnya sekilas, "mas nggak punya pilihan dira...." Nandira lantas menarik kasar tangannya, ia kembali mendongak, dan menatap tajam Seno "Oke... oke. Kalau itu memang maumu, aku akan pergi dari hidupmu. Nikahilah perempuan pilihan keluargamu itu. Biar aku yang menanggung semua ini... sendiri." --- Begitulah akhir dari kisah mereka. Namun, bukankah Tuhan selalu punya cara yang misterius? Jika dua manusia yang pernah saling mencintai benar-benar telah selesai dengan masa lalu mereka, maka mereka tak akan pernah dipertemukan lagi-dalam bentuk apa pun. Tapi jika takdir kembali mempertemukan mereka, berarti ada yang belum selesai. Dan sesuatu yang belum selesai... harus diselesaikan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido