ACCISMUS •Lay EXO•

ACCISMUS •Lay EXO•

  • WpView
    Reads 445
  • WpVote
    Votes 83
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 28, 2021
Nama gue Jung Soohye. Terlahir di tengah keluarga pas pasan membuat gue harus banting tulang mengambil kerja part time di beberapa tempat, salah satunya minimarket demi membiayai kuliah yang biayanya selangit--diumur enam belas tahun. Biar gue ulangi. Nama gue Zhang Soohye. Yang berakhir menjadi seorang karyawan biasa dengan id card biru di salah satu perusahaan penerbit Seoul diumur dua puluh empat tahun. Gue, yang kini terpaksa tinggal dengan anak pemilik minimarket tempat gue menghabiskan mimpi menjadi jurnalis hebat suatu saat nanti--dokter umum yang menjelma menjadi seorang partner hidup. Dia--Zhang Yixing namanya. Yang pernah gue dedikasikan sebagai 'cuci mata' selama kerja part time. Yang menjadi sosok yang gue kagumi parasnya dari jauh. Yang akibat kesalahpahaman malam itu kini berakhir menjadi suami gue lima tahun belakangan.
All Rights Reserved
#117
exofanfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shining Star
  • The Manager [Completed]
  • Live With Seventeen
  • Let Me Know Love
  • Ex-Classmate
  • DANDELION
  • My Cold Husband
  • Mr Nerd's Love Story (COMPLETED)
  • An Ordinary Love Story [UNDER REVISION]

Hidup yang pernah kupandang sebelah mata, kini menjadi lebih indah karena kehadiran orang - orang baik di sekelilingku. Kita hanya butuh mereka untuk meyakinkan bahwa Dunia baik - baik saja meski keadaan di luar sana berkata sebaliknya. Kemudian, pernah terluka tidak menjadikanku lantas mendendam pada hidup. Sebaliknya, aku akan mengejek masa lalu yang telah banyak memberiku airmata dengan tawa bahagia yang kini kuciptakan dan tercipta di sekelilingku. Dan berapa kalipun hidup menertawakanku yang terjatuh, aku tidak akan menangis dan berdiam diri untuk tertinggal dengan rasa penyesalan yang membuat dadaku sesak. Aku akan bangkit dan berlari, mengejar segala impian yang sudah kurawat sejak kecil dan membuat mimpi - mimpiku terwujud satu persatu. Dan hingga di titik ini, aku merasa menang dari ejekan penyesalan masa lalu yang masih belum berhasil menarikku mundur untuk mencaci mereka dengan energi yang kupunya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines