KAFANDRA : Marrying Dear Friend

KAFANDRA : Marrying Dear Friend

  • WpView
    Reads 1,493
  • WpVote
    Votes 215
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 16, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Apa maumu?" "Mau gue?" Fandra tertawa sumbang. "Jatah. Gue mau jatah!" Raizel mengernyit bingung. "Gimana rasanya memperlihatkan belahan dada lo di depan cowok lain?" Fandra terseyum. Senyum yang membuat perasaan Raizel mendadak tidak enak. "Apaan sih?! Lepas, Fandra!" bentaknya sambil terus memberontak. "Diam, Yola! Sebelum gue nyerang lo." Fandra menarik tubuh Raizel dan menyudutkannya diantara dinding dan lemari. "Gimana rasanya jadi objek imajinasi cowok-cowok di kelab itu? Senang dan puas pastinya. Kasih gue kepuasan juga, dong! Mereka cuman bisa lihat sebatas paha jenjang dan dada lo yang nyaris ngintip itu, kan? Jadi karna gue cowok lo, jelas gue dapat bagian buat ngeliat lebih dari itu. Benar, kan?" * Sejak pertama kali bertemu dengan Fandra, Raizel telah memiliki firasat bahwa cowok itu memandang remeh padanya, sinis, dan penuh ancaman. Dan bagi Fandra, Raizel bukan hanya sekedar teman lama. Tapi juga pengkhianat yang sudah membuatnya merasakan makna kehilangan. "Akan kuhancurkan cenderawasih yang anggun dan munafik itu." Begitulah Fandra menegaskan dalam hatinya setiap kali melihat sifat munafik dalam diri Raizel. Dan jiwa Fandra yang sudah ditaklukkan oleh bisa bernama kebencian dan dendam, tidak lagi memperdulikan kata hatinya yang jernih bahwa Raizel bukanlah cewek licik seperti dugaannya. Ada kejadian di masa lalu yang sudah membuat keduanya berada pada posisi yang sama-sama terpuruk. Namun Fandra yang telah menutup mata dan telinga, tidak lagi melihat luka dalam diri Raizel. Maka ketika dendam itu telah dituntaskan, dan menciptakan sebuah luka yang jauh lebih menyesakkan, penyesalan pun menyergap kuat benteng hidup Fandra. Namun apalagi yang bisa diubah ketika kata kehilangan kembali tak terelakkan? Seperti kata orang-orang, nasi telah menjadi bubur.... 💎💎💎💎 👒 60% → narasi 👒 60% → berat 👒 55% → romance 👒 70% → sedih 👒 25 % → santai 👒 ?% → happy ending ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
All Rights Reserved
#892
acak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • tentang sebuah rasa
  • MY LOVABLE CHEF! [ONGOING]
  • Stay (Away)
  • KEPERGIAN SENJA
  • Serpihan Luka
  • friend and future [Iq-nam] (End)
  • Where to
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • My Bromance [18+] End

"Lo belum jawab pertanyaan gue! Kenapa Lo Nerima perjodohan itu?" Tanya raka dengan nada dingin. "Karena....karena aku gak mau durhaka sama kedua orangtua. Apapun yang mereka inginkan kalo aku mampu pasti aku turutin." Ucap Zahra sambil terus menunduk atau melihat ke arah lain. "Sekalipun Lo harus ngorbanin masa depan Lo?" Tanya raka dengan tersenyum kecut. Sedangkan Zahra hanya diam. "Harusnya Lo bisa nolak baik baik. Kalo Lo nolak otomatis perjodohan ini gak akan terjadi! Gue itu enggak mau nikah sama Lo! Harusnya Lo ngertiin gue." Ucap Raka yang mulai marah. "Tapi kenapa harus aku yang nolak? Kalo kamu gak mau, kenapa kamu terima juga? Kamu juga bisa nolak kan?" Tanya Zahra yang tidak habis pikir dengan ucapan Raka yang seakan menyalahkan diri nya. "Tapi gue gak bisa! Kalo gue nolak semua fasilitas gue bakal disita. Ngerti gak sih Lo?" Ucap Raka sengit. "Harusnya juga kamu ngertiin posisi aku. Dan aku cuman gak mau jadi anak durhaka. Udah itu aja!" Jawab Zahra berusaha sabar. Raka mengusap wajah nya kasar lalu kembali menatap tajam zahra. "Gue pastiin Lo bakal nyesel nikah sama gue! Camkan itu!" Ucap Raka lalu bergegas pergi keluar kelas dengan membuka pintu nya kasar. Zahra hanya beristighfar menghadapi sikap Raka yang ternyata seperti ini. Gimana kelanjutan ceritanya? Yok! Langsung aja baca ya guys🤗

More details
WpActionLinkContent Guidelines