Husband or Teacher?

Husband or Teacher?

  • WpView
    Reads 523
  • WpVote
    Votes 124
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 24, 2021
Riri, gadis bobrok dan cerewet yang sangat suka menggoda dan mengusili guru tampannya. Guru tampan Idola sekolah itu kerap kali mengeluh pusing melihat tingkah Riri, murid sekaligus istrinya itu. Bagaimana tidak? seharian tak pernah Absen untuk mengusilinya. "Pak tau rasa buah kemundung ga?" "Setiap hari saya merasakannya." "Eh serius Pak. Tapi saya kok ga pernah liat ya." "Kamu mau tau bagaimana merasakan asemnya tanpa mencoba?" Pak Riyan mengeluarkan kaca kecil di dalam tas Riri. Dia menghadapkan pada wajah sang istri. "Saya Pak?" tunjuk Riri pada diri sendiri. "Ulululu, cocwitnya suami aghu. Makasih loh pak pujiannya. Ih makin ganteng deh Bapak." Sembari menoel usil dagu Pak Riyan. "INNALILLAHI!" *** Mohon kritiknya. Saya pemula:)
All Rights Reserved
#332
asmara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ASA (Lengkap/TERBIT)
  • beautifull sunset and someone berbatik
  • KERTAS DAN PULPEN PUTIH? (Complete)
  • Dear Husband [TAMAT]
  • DOSEN BUCIN - (TAMAT)
  • Forever Friends ( End )
  • Dear, Mr. Duda
  • Zaici Huilai
  • Sweet Combat
  • Ardi & Ara [End]

Asa menatap sendu sang Mama, perlahan tangannya menggenggam Lita sang Ibunda. "Asa lelah, Ma. Seperti halnya nama Asa, yang berarti harapan. Asa memiliki satu harapan untuk Mama. Asa pengen Mama bangun dari koma, di saat Asa sedang putus asa dan yang lain pergi dari Asa, Asa ingin di peluk Mama, kaya temen-temen yang lain." kata Asa untuk Mama Litania. * "Gak apa-apa kalo Papa gak selalu ada dan gak anggep Asa sebagai anak Papa. Tapi satu hal yang harus Papa tau, kalo Asa sayang... banget sama Papa." jedanya lalu menundukkan kepala menatap sepatunya. "Papa adalah pahlawan terbaik dalam hidup Asa. Bagaimana pun keadaannya, Papa tetap pahlawan terhebat dalam hidup Asa." kata Asa untuk Papa Galang. * ''A-Asa titip salam say-yang un-tuk Ma-ma ... Pa-pa d-dan Ba-Bang Ad-am.'' lirih Asa dengan suara bergetar. Alzan menggeleng kuat mendengar ucapan Asa, ''Kamu bisa sampein langsung semua akan baik-baik aja, kamu jangan bicara dulu ya?'' desak Alzan merasa takut. Asa tersenyum mendegar ucapan Alzan. ''G-Gus Al, to-tolong b-bimbing As-sa.'' lirih Asa pelan dengan suara terputus-putus. Mata Alzan terpejam kuat mendengar permintaan Asa. ''G-Gus ... '' lirih Asa sangat pelan. Alzan membuang napas nya perlahan lalu menguatkan hatinya menatap Asa yang tersenyum dengan darah yang terus mengalir di bagian kepala, wajah dan bagian lainnya. "Ikutin saya, Ya? Ayshadu An-la ilaha illallah ..." "Ayshadu An-la ilaha illallah ... " lirih Asa. "Wa Ayshadu Anna Muhammada Rasulullah." "Wa-Wa Ayshadu An-na Mu-muhammada Rasulul ... lah ..." ucap Asa sangat pelan sebelum akhirnya ia menghembuskan napas terakhirnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines