MAHAR
  • WpView
    Reads 557
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 8, 2021
Bismillaah, Kepada pembaca yang saya cintai di manapun berada; Jika kalian berharap ini adalah cerita religi yang dibalut romantisme antara dua anak manusia di dalam ikatan cinta yang sakral-yang membuat pikiran melayang-layang dan hati terbayang indahnya halal, maka sebelum membaca ubah dahulu mindset tersebut ke dalam beberapa hal. Sebab pada bagian part yang lebih dalam kalian hanya akan menemukan banyak rasa sakit dan luka-luka yang begitu berharga-yang akan membawa kepada sebuah hikmah; bahwa kado terindah justru dibungkus rapi dalam setiap rangkaian masalah dan musibah. ***** Prihal hari-hari yang membuat tubuhmu lelah, pikiranmu terluka parah, arah pandangmu berubah, dan kau hanya menyematkan pasrah di tengah-tengah hatimu yang semakin lama semakin berdarah; Prihal waktu yang kubiarkan berlalu dengan kepala membatu, mulut membisu dan ruang yang tak lagi memberiku kesempatan walaupun hanya satu; Juga prihal orang-orang yang melewati pagi dengan niat tak ingin lagi kembali dan memutuskan menyudahi lalu pergi tanpa berpikir sekali lagi. "Aku salah karena telah menjatuhkan hati pada sesosok malaikat kemudian aku juga yang menyakiti sayap-sayapnya hingga dia tak bisa lagi pulang ke tempat yang lebih tenang," "Apa kau menyesalinya?" "Aku mencintainya." "Apakah dia merasa dicintai?" "Aku tidak tahu pasti. Ketika aku bertanya berapa kali rasa sakit itu mendatangi, dia menjawab; hanya sekali, karena ia tidak pernah pergi. Ketika aku ingin mengetahui bagaimana bisa hal itu terjadi; dia diam. Setelahnya dia berkata lagi; ketika aku merasa tersakiti, aku melihat wajahmu berkali-kali." "Dia tidak dicintai; dia dikhianati." Dari; MAHAR. Salam manis, peluk erat- Hazizah Mutiara
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sesal Yang Terlambat
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • The Blooming Lady [completed]
  • Layangan Asa  (Tamat)
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • BUNGA TERAKHIR [REVISI]
  • senja di matamu
  • Kekasih Halalku [END] ✔️
  • Imam dari Sepertiga Malam

"Cukup ambil bayimu, kenapa harus sampe menikah dengan OG rendahan itu, Israd?"tanya Zia marah dengan mata melotot tak terima pada sang anak. "Biar aku punya kekuatan hukum, Ma. Biar anak itu jatuh sepenuhnya ke tanganku tanpa ada drama dan perlawanan di masa depan, hanya itu. setelah dia melahirkan, aku ceraikan dia, usir dari rumah, dan anakku mama bawa Ke Singapura. Biar dia tidak bisa melihat anaku sedikitpun, masalah selesai, lalu aku menikah dengan kekasihku."jawab Irsad tenang, tapi percayalah, ucapan dengan nada dan raut tenang Irsad, membuat seorang perempuan mungil yang menempel bagai cicak di belakang pilar, menggigil takut dengan hati yang amat sakit di dalam sana mendengar semua ucapan para orang kaya jahat itu. Tapi, untung saja, dia bisa menguasai diri dengan cepat. lalu senyum sinis, terbit begitu mengerikkan di bibirnya. "Oh begitu, ya. Indah sekali mimpimu para orang kaya, tapi maaf, aku tak sebodoh dan selugu itu! Ku pastikan di hari pernikahan, aku sudah pergi sejauh mungkin dari hidup kalian para penjahat bersama dengan anakku pastinya!"desisnya bagai janji hidup dan matinya. Walau dia orang kampung dan miskin, jangan harap dia selugu seperti yang di pikirkan oleh Irsad bejat yang sudah menodainya 2 bulan yang lalu!

More details
WpActionLinkContent Guidelines