CINTA MUTLAK DI GUNUNG SALAK ( TAMAT )

CINTA MUTLAK DI GUNUNG SALAK ( TAMAT )

  • WpView
    Reads 13,182
  • WpVote
    Votes 847
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadComplete Wed, Sep 14, 2022
GENRE : ROMANTIC KOMEDY HORROR True Story - Seutas cerita - Singkat nya, semua telah diatas tebing. Semuanya kembali berjalan, menuju Puncak Bayangan. Dari Tebing ini, untuk sampai di Puncak Bayangan butuh waktu sekitar 15 menit. Itupun kalau berjalan dengan speed yang tidak terlalu pelan. Pukul 19:15 , Diperjalanan menuju puncak bayangan dengan bantuan senter , kabut dengan ketebalan tipis mulai menyelimuti . Timbul kegelisahan dalam diri Reni. Kegelapan yang diselimuti kabut ini perlahan-lahan membuat Reni tidak nyaman berjalan dibarisan hampir paling belakang. Renj takut, " Duh.. ko perasaan gua gaenak gini ya makin lama " Gumamnya dalam hati. " Pindah kedepan aja deh.. " Lanjutnya. " Reni!! Siska!! pindah kedepan sini.. Kabut, Jangan dibelakang.. " Panggil seseorang dari arah depan. Oke zaa ! " Balas Siska. " Ayo Ren, kedepan.. " Ajak Siska. " Merinding gua jalan disini, belakang gua siluman onta soalnya.. " Celetuk Siska meledek Bayu yang berjalan dibelakang dirinya. " Yee brisik lu kadal china! sono pergi lu " Usir Bayu. Reni dan Siska pun berjalan untuk pindah ke barisan depan. " Untung Reza peka, selamet deh gua.. " Ucap Reni dalam hati sambil membuang napas ringan. Reza : " Ren, lu di belakang gua ya.. Siska lu dibelakang Reni .. " Ucap Reza yang diiyakan oleh kedua perempuan itu. " Bayu monitor..., Bini lu gua pinjem dulu hahaa .. " Ledek Reza ke arah belakang dimana Bayu berada. " Zaa sampe bini gua lu apa-apain emak lu gua jodohin sama kakek gua Zaaa awas aja !! .. " Ancam Bayu. Selesai dengan perpindahan posisi , mereka melanjutkan perjalanan. --------- Lengkapnya silahkan baca cerita ini, Selamat membaca👌 Contact Whattsap : 089505866843 Note : Hanya untuk keperluan.
All Rights Reserved
#145
realstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)
  • Nightfall
  • Pendakian Berujung Maut
  • PEDANG NAGA - PENYELAMATAN ALCON TERAKHIR [TAMAT]
  • SINDORO ( PENCARIAN TERAKHIR)  BASED ON TRUE STORY  5 BAB
  • Gunung Kematian (TAMAT)
  • RUMAH TUA DITENGAH HUTAN #TAMAT#
  • Terjebak 2 Alam [S1 dan S2]
  • Hate or care
  • Terjebak di Pasar Anjaya Bawakaraeng

(BASED ON TRUE EVENT) **** Ini adalah kisahku saat mengikuti perkemahan PMR Regional provinsi. Dimana lokasi yang ditempati merupakan tempat pembantaian terbesar PKI dimasanya. Kisah kelam korban di masa lalu membentuk entitas kengerian ditempat itu. Sosok-sosok yang masih tak terima saat dibantai karena ketidakadilan memenuhi lokasi area bekas Belanda tersebut. Disini mereka menanti. "Kebun Djengkol". **** BRAKKK... Tiba-tiba pintu itu menutup dengan sendirinya. Spontan aku yang kaget langsung berlari menjauhi. Ketika melewati tembok jalan keluar bilik kamar mandi, aku tak sengaja menabrak seseorang. "Cuk!!!" Awalnya pemuda itu sempat marah, namun ekspresinya berubah saat melihat wajahku yang sudah pucat pasi. Aku pun bengong sepersekian detik. Bukan, bukan karena terpesona melihat wajah orang tampan layaknya adegan film-film romantis remaja. Namun aku berusaha menenangkan diri dari sisa ketakutan. Pemuda itu menatapku dengan ekspresi yang susah dimengerti. "Kamu nggak apa-apa?" tanyanya kemudian. "Nggak apa-apa. Maaf nggak sengaja nabrak". "Kenapa? Habis liat hantu ya?" "Ah ituu ..." "Kuntilanak ma setan bocahnya masih ngeliatin kamu tuh." Ucapnya santai. Dadaku kembali berdegup kencang sambil mengumpat lirih. Kini aku ganti memandangnya lekat. Dan pemuda itu membalas reaksiku dengan menyipitkan mata. "Apa?" Tanyanya kemudian. "Kamu bisa liat kan 'mereka' kan?" "Liat apa?" Aku sedikit melangkah mendekatkan diri sembari berbisik "Demit" Pemuda itu sempat terbahak. Lalu tiba-tiba menjulurkan sebelah tangannya. "Aku Aji." ****

More details
WpActionLinkContent Guidelines