Belenggu
  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 24, 2021
Terbelenggu mungkin memang cocok untuk diriku saat ini, terjerat. Semakin aku memaksa lepas maka semakin kuat ikatannya. Jika kalian pikir ini adalah belenggu menyakitkan kalian salah. Ini belenggu keberuntungan. Lalu aku adalah tawanannya, terikat menyakitkan atau menyenangkan itu tergantung pada diriku memperlakukannya. Lalu apakah berhasil aku melunakkan belenggu ini dan menjadi kawan karib? Entahlah, aku masih merobek untuk mencari tahu. Untuk kalian yang masih mencari jati diri, baca ceritaku. Mungkin kita dalam zona yang sama. SEMANGAT!
All Rights Reserved
#107
jati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • BUKA HATI (Completed)
  • Little Change [SELESAI]
  • Langitra
  • DUNIA FLORA
  • Jeritan Anak Broken Home 17+
  • Cinta Dua Waktu
  • Anak Sekolahan ( END ) ✔️
  • _IKATAN DI ATAS KERTAS_
  • Friend's Zone's

Banyak orang yang bilang bahwa cinta itu indah. Menghapus segala resah dan gelisah. Mengganti luka dengan tawa, membawa kesedihan yang melanda untuk sirna. Banyak orang yang bilang bahwa jatuh cinta itu indah. Membuat hari berwarna dan hidup menjadi lebih sempurna karena hadirnya dia. Namun, tak semua yang berkaitan dengan cinta itu semuanya indah. Tak selamanya cinta itu membahagiakan. Tak ada yang bisa menjamin bukan bahwa cinta pun bisa berakhir dengan tawa kebahagian atau sebuah luka yang disertai dengan tangisan? Ini bukan kisah di mana dua orang jatuh cinta secara diam-diam. Ini bukan kisah cinta segitiga antara tiga, anak manusia. Tapi, ini hanyalah kisah di mana ketika kita telah jatuh namun tak sadar. Telah cinta tapi tak terasa. Telah merasa sayang tapi tak pernah bilang. Dan saat di mana kita telah menyadari segalanya, justru orang yang kita cintai itu... pergi. Bukan pergi untuk sementara. Tapi selamanya. "Jika kehadiranku tak dapat membangunkanmu, lantas apakah kepergianku akan membukakan matamu?" ©Copyright2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines