We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
LANGIT & MELODI [ON GOING]

LANGIT & MELODI [ON GOING]

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 5, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Seperti apapun warna langit, Melodi mengaguminya. Berlaku sebaliknya, bagaimana pun rupa nada, Langit menyukainya. Langit dan Melodi adalah dua yang saling asing. Sibuk mengakrabi dunianya masing-masing. Tidak saling tahu dan peduli, hingga pada akhirnya semesta membawa mereka bertemu pada suatu titik; yaitu rasa. Langit adalah semesta untuk Melodi, dan Melodi adalah dunia bagi Langit. *Selamat menikmati sajian kolaborasi antara Vera Oktara dan Aheruuu. Pengagum langit dan pencinta melodi yok kumpul sini ~~ "Untuk melihat POV Melodi, silakan baca di akun @hujankopisenja"
All Rights Reserved
#4
collaboration
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Luka Anak Pertama
  • Bintang Berekor
  • AURORA
  • SERSAN KU
  • Be My Endless
  • Langit Senja [𝗧𝗲𝗿𝗯𝗶𝘁]
  • Universe Sky
  • Belenggu Obsesi Langit
  • langit biru
  • • KECEWA ~

Sejak kecil, Aksa Dirgantara belajar bahwa menjadi anak pertama berarti harus mengerti lebih banyak dan meminta lebih sedikit. Ia harus menjadi contoh yang baik Harus mengalah Harus menjaga adik Harus memahami keadaan orang tua Dan yang paling penting, tidak boleh terlihat lemah. Setidaknya, begitulah yang selama ini ia pikirkan Kini Aksa telah dewasa. Ia memiliki pekerjaan, penghasilan sendiri, dan kehidupan yang dari luar tampak baik-baik saja. Namun, ada satu hal yang tidak pernah ikut tumbuh bersamanya: keberanian untuk mengatakan bahwa dirinya juga lelah. Setiap kali keluarga membutuhkan sesuatu, Aksa berusaha menjadi orang pertama yang membantu. Ketika adiknya memiliki masalah, ia menjadi tempat bercerita. Ketika orang tuanya membutuhkan dukungan, ia berusaha ada. Tetapi ketika Aksa sendiri membutuhkan tempat untuk pulang, ia tidak tahu harus mengetuk pintu siapa Malam itu, setelah seharian tersenyum di hadapan banyak orang, Aksa duduk sendirian di kamar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines