Diriku Berlian

Diriku Berlian

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 31, 2021
Mungkin belum banyak orang yang menyadari bahwa diri mereka begitu berharga. Banyak dari kita yang membeci diri kita sendiri karena kurang dalam bidang tertentu, kurang cantik, kurang tinggi, kurang kurus. Tapi pernah gak? kita bersyukur untuk diri kita sendiri yang sudah bekerja keras untuk menjalani hidup yang berat ini. hal yang butuh di hargai dan dicintai bukan orang lain. tapi diri kita sendiri. Berharga. sampai tak bisa dibeli dengan apapun. Pernah kah kita sekali saja mengatakan kepada diri kita sendiri bahwa kita bangga dengan diri kita ini? 1/1000 aku yakin mereka tidak menyadari dan tidak pernah mengatakan itu. Hargai diri sendiri dan belajar mencintai diri sendiri, belajar menerima apa yang ada dirimu. kenali apa yang belum kamu kenal di dirimu. dengan begitu kamu akan mencintai dirimu. lagi pula, tidak akan ada yang berubah dari diri kita, kecuali kita bersyukur dengan apa yang ada di diri kita. SAY LOVE MY SELF 💜
All Rights Reserved
#60
percayadiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hai, Lim Hyunsik [√]
  • between love and edelweiss [CHIKZEE] {END}~
  • 𝑭𝒓𝒐𝒎 𝑴𝒆 𝒕𝒐 𝑴𝒚𝒔𝒆𝒍𝒇✨ | 𝓓𝓲𝓪𝓻𝔂 𝓛𝓸𝓿𝓮 𝓜𝔂𝓼𝓮𝓵𝓯✨
  • Serpihan Luka
  • Aku (hampir) Menyerah ✔️ | END
  • Aku Saat Ini : Tidak Boleh Sempurna
  • Kamu Milikku
  • Ruang Hidup (SUDAH TERBIT)

Pernahkah, sekali saja di sudut malam kau berterima kasih atas segala usaha yang telah kau lakukan tiap hari? Paling tidak, setiap kau melakukan sesuatu yang terbaik, pernahkah kau berpikir betapa hebatnya dirimu? Lim Hyunsik tidak pernah tahu bahwa bebannya kian menumpuk. Dia hanya menjalani hidup, makan karena butuh, bekerja karena harus, dan tersenyum sebab orang lain tersenyum. Bukan murni untuk diri sendiri. Tiada suka, atau sesuatu yang disebut membanggakan. Manusia memiliki kesedihan mereka masing-masing, tapi hanya sedikit dari mereka yang mau menghibur diri secara mendalam. Tiap manusia juga punya luka tersendiri, dan sekali lagi, hanya ada sedikit dari mereka yang menyembuhkan luka tersebut, termasuk Hyunsik. Laki-laki itu terlalu banyak mengabaikan diri sendiri, sehingga membangun dinding pertahanan yang tidak kokoh sama sekali. Lim Hyunsik bisa menyembuhkan orang lain, tapi tidak pernah bisa menyembuhkan diri sendiri. Hyunsik hanya tidak sadar, bahwa sakit yang dialami lebih parah dari sakit fisik pasiennya. Sampai suatu ketika, Hyunsik bertemu anak laki-laki yang mengikuti kemana pun dirinya pergi. HAI, LIM HYUNSIK SINCE2020 COPYRIGHT©ILESTAVAN

More details
WpActionLinkContent Guidelines