I'M LOST YOU (sequel Aksa)

I'M LOST YOU (sequel Aksa)

  • WpView
    Reads 1,719
  • WpVote
    Votes 339
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 16, 2021
[sebelum baca, budayakan follow author nya dulu ya!] Sequel cerita Aksa! "Ansel mau gak?" tanya seorang anak laki laki berumur 8 tahun yang kini tengah bermain ayunan disebuah taman bersama dengan gadis kecil disebelahnya. "mau apa?" "selalu jadi tempat Dipta untuk pulang." Lirih cowok itu. "Hahahaha... emangnya aku rumah?" tawa gadis kecil seusianya. "Ansel kan emang rumah buat Dipta." "kalo aku rumah kamu berati kunci rumahnya ada di kamu dong?" tanya gadis itu dengan polos. Dipta menganggukan kepalanya. "kuncinya ada sama Dipta, itu artinya Cuma Dipta doang yang bisa buka dan masuk kedalam." "kalau ada tamu gimana?" "jangan dibuka, mereka Cuma sekedar singgah dan bermain main." "jadi aku gaboleh bukain pintunya?" tanya Ansel lagi. Dipta mengangguk pelan. "jangan sembarangan buka pintunya. Ansel harus selalu tunggu dipta pulang ya." Ucap anak laki laki itu seraya mencubit gemas kedua pipi Ansel yang terlihat chubby.
All Rights Reserved
#10
dipta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ECHA MY COLD ANGEL [END]
  • TRIPLETS J [ ON GOING ]
  • dimana janji tersebut
  • The King of Hazsa {Tidak Dilanjutkan}
  • SKY TRIPLETS [END]
  • THREE GIRLS AND ALL STAR  [REVISI]
  • Impossible
  • Rara [ Proses Penerbitan ]
  • Albel
  • Arsyilazka

(MENGANDUNG ADEGAN DEWASA, KEKERASAN, DAN PEMBULLYAN!) "Hiks ibukan janji mau bawa ayah ke Aksa, hiks ayo bu bangun Aksa nggakpapa kalo nggak ada ayah, Aksa nggakpapa diejek anak haram Bu asal ibu bangun hiks Aksa gabisa bobo kalo ga peluk ibu hiks...hiks..." samar-samar eca masih bisa mendengar isakan lirih aksa, perkataan yang cukup membuat gadis bermuka datar itu memandang iba pada Aksa meski wajahnya tak menunjukkan ekspresi apapun. Mendekat kemudian berjongkok disamping aksa yang masih memeluk gundukan tanah itu, kemudian memandang lurus kedepan dengan wajah tanpa ekspresi dia berkata "Kematian itu akan terjadi pada siapapun, dimanapun, dan kapanpun tanpa bisa manusia ketahui. Tugas manusia yang ditinggalkan itu hanya mengikhlaskan." Ucapnya dengan nada datar non expression. JANGAN LUPA FOLLOW, VOTE AND COMMENT!!! THANK YOU GUYS HAPPY READING>3

More details
WpActionLinkContent Guidelines