Sugar Daddy 18+

Sugar Daddy 18+

  • WpView
    Reads 23,781
  • WpVote
    Votes 680
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Feb 6, 2021
Kwon Jiyong atau bisa di kenal dengan sebutan MR G adalah seorang pemimpin mafia dan pengusaha kaya raya,harta tahta dan perempuan dapat dengan mudah Mr G dapatkan, Mr G tidak pernah jatuh cinta, baginya perempuan hanya mainan, dia tidak benar-benar serius dengan para perempuan perempuan nya, kalau sudah bosan dia tinggal membuangnya atau di jadiin jalang di club miliknya,sampai akhirnya dia jatuh cinta pada gadis kecil, yang dia jadiin mainan dan pemuas nafsunya. She is mine from now on tomorrow and forever she will be mine.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Introducing Me (New Version)
  • Just Ordinary
  • Strawberries and Cigarettes
  • "IDK (I Don't Know)"
  • MY SWEET MANAGER - JENLISA [G×G]
  • UNPLANNED - JENLISA [G×G]
  • My name is Lalisa
  • Shall We?
  • KIDNAP - JENLISA [G×G]
  • {P} Lovely Manager

Aku si itik buruk rupa yang ditinggalkan ibuku. Aku melihatnya bertengkar kala itu, marah dan memukul pria di depannya, laki-laki yang aku pikir ayahku, tapi tidak pernah sudi aku panggil begitu. Keesokan harinya, setelah pertengkaran hebat, ia membawaku keluar dari rumah. Kami naik ke sebuah taksi, melewati banyak gedung. Gedung-gedungnya kelihatan begitu besar, bak monster, sebab mereka tidak punya bendera, dinding batu dengan warna-warna cerah seperti kastil dalam anganku, ketika itu. Aku terus melihat ke jalanan di luar, halte-halte bus yang kami lalui, persimpangan jalan yang sialnya terlihat mirip satu sama lainnya. Aku tidak bisa membedakannya. Lalu taksi berhenti, tanpa mematikan mesinnya supir taksi itu menunggu kami untuk turun. Ibuku tidak membayar ongkos taksinya, jadi aku bertanya-tanya, apa supir taksi itu akan terus menunggu sampai ibuku membayarnya? Namun ibuku tidak menjawabnya. Ia menelepon, bicara entah pada siapa lalu memberiku sebuah amplop. Amplop bekas, berwarna coklat yang sudah usang. Hal yang selanjutnya terjadi, aku ditinggalkan. Ibuku kembali masuk ke dalam taksi, melaju pergi setelah memintaku menunggu sebentar di sana. Setelah ia memberitahuku, kalau aku harus menunggu Bibiku di sana. Aku si itik buruk rupa yang ditinggalkan, namun kisah ini bukan tentangku. Ini tentang Bibiku, seorang luar biasa yang aku harap adalah ibuku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines