Mia gak pernah nyangka hidupnya berubah sejak kecelakaan itu-dan sejak matanya pertama kali bertemu tatapan dokter anestesi yang terlalu dingin... dan terlalu intens. Dokter Ibrahim. Tenang, misterius, dan punya sisi gelap yang Mia gak ngerti. Ia seperti bayangan yang selalu mengintai, hadir diam-diam, tapi terlalu sulit untuk diabaikan. Semakin Mia menjauh, semakin Ibrahim mendekat. > "Aku dokter, Mia. Tugasku membuatmu tak merasa sakit..." "...tapi kamu? Kamu rasa sakit favoritku." Mia tahu ini salah. Tapi kenapa ia justru terus terjerat dalam dunia Ibrahim yang penuh rahasia, luka lama, dan obsesi tak masuk akal? Sampai dua sosok lain muncul, menyeret Mia ke dalam pilihan antara cinta, luka... atau kehancuran yang manis.
More details