Story cover for Retoris [Fiksi] by askarasa_
Retoris [Fiksi]
  • WpView
    Reads 336
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 336
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Jan 21, 2021
Kehidupan Anggi yang terlampau biasa telah membawanya sebagai sosok yang datar. Di sekolah, ia selalu mendapat peringkat tengah. Ia tidak nakal, namun tetap bukan siswa kebanggaan. Nilai rata-rata yang ia peroleh saat SMA pun hanya cukup untuk mendaftar ke sebuah universitas negeri kluster dua dengan jurusan dan fakultas biasa saja. Apakah Anggi merasa sedih? Tidak. Merasa iri dengan teman-temannya? Tidak. Anggi tidak pernah merasa mampu untuk bermetafora dengan perasaan. Baginya, hidup yang terlalu meriah akan membuat konsekuensi pada manusia yang kodratnya adalah fana. 

Ketidakambiusannya dalam hidup membuat Pak Kelvin, dosen honorer yang kebetulan mengajar di kelasnya, turut prihatin. Pria itu memberikan sebuah jurnal tak biasa, semata-mata agar membuat Anggi merasa berharga. Kelvin juga menyelenggarakan penelitian bersama rekan dosen mudanya, Rimar dan Jemimah. Dan di kelas ini, hanya Anggi yang tersisa. 

Di tengah kemelut tugas praktik sosial, Anggi harus menjawab semua pertanyaan dalam jurnal itu. Tanda tanya besar tentang alasan untuk hidup dan bertahan, sampai konflik internal yang melanda hatinya tidak bisa dijawab dengan sekali hentak. Justru pertanyaan itu lantas membuatnya bertemu dengan Tama, adik tiri Kelvin, bersama Ramanda dan Joy. Pun bertemu dengan orang-orang yang entah mengapa terasa memikat. Selama ini Anggi tidak percaya cinta dan hubungan yang berlandas atasnya. Namun sejak bertemu Tama dan teman-temannya: Fitri, Melisa, dan Azhardi, hidup Anggi berubah. Apalagi ketika ia bertemu dengan Kirana, sang adik tiri. Kini ia dapat merasakan apa yang Tama dan Kelvin rasakan. 

Lambat laun, ia merasa mampu menjawab semua pertanyaan Kelvin.

Kecuali satu. 

[VISUALISASI CERITA : INDONESIAN IDOL 2021]
All Rights Reserved
Sign up to add Retoris [Fiksi] to your library and receive updates
or
#163anggi
Content Guidelines
You may also like
Don't Talk About Money by catheryn99
55 parts Complete
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
HELLO DEAR by icakathe
6 parts Complete
Ziva gadis lucu dan menggemaskan memiliki banyak cerita yang tidak disangka terjadi di dalam hidupnya, dengan kedua mata yang berbinar, dan hiasan dua pentol di atas kepala yang sudah menjadi ciri khas nya. Mempunyai sahabat baik Tiara dan Lyodra yang selalu setia menemani dirinya. Masa lalu yang buruk yang bukan sepenuhnya kesalahan dirinya, membuatnya harus di benci Kakak kandung nya sendiri, Debo. Tiara gadis lembut yang feminim penyuka jus mangga dan Lyodra adalah gadis pengamat, ia lebih suka mengamati apa yang terjadi di sekitarnya dan memiliki cerita yang manis saat SMA sangat berbeda dengan dia yang dulu. "Aku tau kamu anak yang kuat, tolong jangan kek gini lagi ya" ucap Samuel tulus Samuel teman kecil nya sekaligus tetangga Ziva yang selalu menghibur dan selalu bisa diandalkan, sampai akhirnya Samuel harus melanjutkan pendidikan di Amerika sehingga tidak bisa sepenuhnya berada di sisi Ziva yang ternyata disana ia memiliki teman Indonesia, Keisya. Keisya gadis yang selalu tersenyum apapun yang terjadi dihidupnya. Sampai akhirnya ia bertemu dengan laki-laki tinggi yang berhasil membuatnya menjadi dirinya sendiri, Nuca. Alyssa Clarify atau lebih akrab disapa Ify adalah murid andalan di Rifyanoz yang telah menyumbangkan banyak piala untuk Rifyanoz, tidak ada yang tau bahwa Rifyanoz adalah sekolah milik ayah kandung nya, termasuk dirinya sendiri. Ify bertemu Ziva di eskul musik yang ia ketuai ia berharap Ziva bisa menggantikan posisi nya. Hello Dear Selamat ulang tahun, kamu lebih berharga dari mutiara. Sering kali kehidupan tidak dapat diprediksi Realita yang tidak sesuai ekspetasi Didalam hidup akan ada hitam dan putih tapi kamu jangan lupa bahwa ada abu-abu di antara keduanya Sebuah harapan untukmu dihari ini Apapun masalah rumit yang terjadi semoga semakin bisa mendewasakan dirimu, apapun yang kamu cari segera kamu temukan, apapun yang kamu inginkan segera terpenuhi.. Dan semoga kamu tetap bahagia dimanapun kamu. Salam sayang, Ziva
Let's Get Married Inggit Kaluna! by Msypuspa
16 parts Ongoing Mature
Inggit Kaluna, wanita berusia 28 tahun yang dibesarkan dalam keluarga konservatif, selalu fokus pada pendidikan dan karier tanpa memberi ruang bagi kisah cinta. Ia terbiasa hidup mandiri, menepis tekanan keluarga yang melarangnya berpacaran sejak remaja. Namun, ketika sepupunya menikah, tekanan keluarga untuk segera menikah semakin menggunung, membuat Inggit merasa terpojok dan jengah. Pada suatu malam di pesta pernikahan sepupunya, Inggit tanpa sengaja bertemu kembali dengan Jonathan Tirtokusumo-teman masa kecil sekaligus sahabat yang hilang kontak selama hampir sepuluh tahun. Pertemuan ini membangkitkan nostalgia sekaligus membuka babak baru dalam hidup mereka. Jonathan yang baru kembali dari luar negeri juga menghadapi tekanan keluarganya sendiri, terutama dari ibu tiri yang memaksa menjodohkannya dengan wanita pilihan keluarga. Hubungan mereka yang dulu seperti saudara kini berubah rumit saat Jonathan tiba-tiba mengajukan lamaran pernikahan kepada Inggit, tanpa diduga dan di tengah berbagai tekanan keluarga masing-masing. Lamaran tersebut mengejutkan Inggit, namun keluarganya justru menyambut baik. Di tengah konflik dan intrik keluarga, Inggit dan Jonathan harus menavigasi perasaan lama, harapan baru, dan rencana hidup yang tak terduga. Apakah cinta yang tak pernah mereka sadari selama ini akan tumbuh menjadi kisah yang nyata? Ataukah mereka hanya terjebak dalam permainan keluarga dan takdir yang sudah diatur?
You may also like
Slide 1 of 10
Don't Talk About Money cover
Puisi Cinta [END] cover
Rahasia Hati cover
Aku Ingin Bercerita  cover
HELLO DEAR cover
A Whole New World (Completed) cover
Me And Myself {Completed} cover
Jejak Rasa [TAMAT] cover
Let's Get Married Inggit Kaluna! cover
Stalker Fifty Meter [Sudah Terbit] cover

Don't Talk About Money

55 parts Complete

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"