Between Us

Between Us

  • WpView
    Reads 7,292
  • WpVote
    Votes 910
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 8, 2021
ㅤ ㅤ"Jaem, what if another girl comes between us?" tanya Lia masih memeluk lengan lelaki itu tanpa berniat melepaskan. Sekarang mereka tengah berada di tengah tugu. Memutuskan untuk duduk berdua sembari menatap gemerlapnya kota bersama para remaja lainnya. ㅤ ㅤ"i will kiss her forehead" jawab Jaemin tanpa rasa ragu. Menyentuh tangan Lia yang tersandar si lengannya seolah memeluk gadis itu erat. ㅤ ㅤLia yang mendengarnya pun meregangkan pelukan yang ia berikan pada lelaki di sampingnya. Tersirat rasa kecewa yang muncul secara tiba tiba. ㅤ ㅤJaemin tersenyum melihat reaksi sang gadis. Lantas kemudian menarik sang gadis itu untuk kembali berada dalam pelukannya. Tanpa membiarkan jarak sedikitpun ada diantara mereka. ㅤ ㅤ"and tell her how lucky she is to have a mom like you, Julia" lanjut Jaemin kemudian. ㅤ ㅤLia yang mendengarnya pun menunduk malu. Berusaha menyembunyikan wajah merahnya di lengan Jaemin.
All Rights Reserved
#6
jenlia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Aku Tahu Kamu Terluka   (Jjk >< Iny) ✔
  • =PASSION= [MARKHYUCK]
  • Bulol [NOMIN]✔
  • TRIPLE J |JenoJaeminJisung|
  • Don't Go Away
  • ||Perjodohan||✓
  • ••Center•Point••
  • Perjodohan paksa || jaemnnie

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines