Story In Bangkok, Thailand

Story In Bangkok, Thailand

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 23, 2021
WpInfo
Fanfic
Penulis wanita abal-abalan yang cukup dikenal oleh para penggemarnya. Penulis wanita ini bernama Tania Aruna Effendi yang telah di undang ke Bangkok oleh salah satu perusahaan penerbit ternama di Bangkok bersama teman-teman sesama penulisnya. Kemudian ditengah perjalanannya ia mengalami musibah, dirampok dan tertinggal bus yang menuju hotelnya, tempat dimana ia ringgal sementara. Dan tak sengaja ia bertemu dengan seorang pria yang mau menolongnya. Apakah ia mampu menghadapi masalah yang dialaminya? Bisakah ia kembali pulang tanpa merepotkan teamnya dan orang tuanya? Copyright ©2021 _aaanisa_
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HORROR PICNIC
  • Tersesat di Dunia Revendra
  • Catatan sang Musafir (Completed)
  • Hostel for Singles (TAMAT)
  • Babysitterku -ternyata- Mommy kandungku
  • ALBARES MADAGASKAR (END)
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • The Heiress Trap (END)
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)

Salju turun terlalu lebat malam itu di pinggiran Gangwon, membungkus sebuah vila megah dalam kesunyian yang mencekam. Di dalam bangunan bernilai miliaran Won tersebut, aroma wine mahal bercampur dengan bau besi yang amis bau darah yang masih hangat. Tuan Park menatap pantulan dirinya di dinding kaca yang retak. Di belakangnya, tawa anak - anaknya yang biasanya mengisi ruangan kini telah bungkam selamanya. Tidak ada teriakan. Hanya ada keheningan yang menyesakkan seolah dinding - dinding marmer itu sendiri yang menyerap suara mereka. Ia tahu, tanah tempat bangunan ini berdiri tidak pernah menginginkan keberadaan mereka. Vila ini cantik, namun ia memiliki "perut" yang lapar akan nyawa. Sambil menggenggam erat sebuah kunci perak di tangannya, Tuan Park membisikkan janji terakhir sebelum kegelapan benar - benar menjemputnya. "Siapa pun yang masuk... tidak akan pernah benar - benar bisa pulang." Dua puluh tahun kemudian, kunci itu kembali berputar di lubangnya. Dan pintu vila terbuka untuk menyambut tamu - tamu baru dari seberang lautan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines