Swords
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 5, 2021
"Sudah belajar cukup lama disini, mengamat dan memata-matai. Lalu, memberikan informasi kepada musuh lewat ukiran di tangan. Pengkhianat seperti ayahmu pantas mati di tangan Hunyadi yang kotor dan menjijikkan. "Ini tak ada kaitannya tentang ayahku! Lalu, tahu darimana kau bahwa ada ukiran di tangan ayah?! Setahuku, tangan ayah selalu bersih, tanpa ada ukiran maupun tulisan sedikitpun! Aku juga tidak melakukan investigasi apapun, aku murni ingin belajar disini dan berteman dengan yang lain!" "Selanjutnya, apa hukuman yang layak untuk orang kafir pelaku kejahatan sepertimu....." Halil malah mengalihkan pembicaraan. "Kau menentukan hukumanku juga, prosesnya harus sampai ke pengadilan! Mana katanya sesuai hukum syariat?! Ijtihad apalagi ini?! Semuanya omong kosong!" "Terserah kau mau marah, komplain, atau bagaimana. Pengkhianat sepertimu mati dengan proses hukum langsung juga boleh!" "BAJINGAAAANN!!!" "Bunuh dia, pengkhianat sepertinya tidak bisa dimaafkan." "Aku tidak akan mengkhianati kaum muslim dari berbagai ras, kecuali muslim sepertimu, dan orang-orangmu!" Vlad hendak ditusuk dengan tombak, Refleks Vlad bereaksi, ia memutar dan membunuh penjaga Halil. Vlad langsung menyerang penjaga-penjaga Halil, menebasnya tanpa ragu. Kemarahan yang memuncak itu membuatnya menggunakan aliran api dalam bertarung. Penjaga-penjaga Halil yang masih menggunakan aliran dasar terbantai tanpa sisa.
All Rights Reserved
#7
swords
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ENDLESS SUFFERING [•Halilintar•] Empire Era
  • T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D
  • ALZEA (TERBIT)
  • TIME will TELL {On Going}
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Goresan Seorang Pengembara
  • A Journey with You
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • [✔] HEY TWINS!
  • My Husband is Antagonist Novel [END]

Bagaimana perasaan mu ketika kau hanyalah bocah polos tak berdosa berumur lima tahun , bukannya dibawa ke taman bermain penuh keseruan , tapi ke medan perang tempat mayat tergeletak sejauh mata memandang , tempat dimana kaki mu tak luput dari darah yang tergenang , dan tangan kecilmu menggenggam erat pedang ; dengan alasan berjuang demi tanah kekuasaan. Itulah yang Halilintar rasakan. Tak bisa dipungkiri jika dunia yang tak adil selalu memihaknya , memberatkan pundaknya , dan membebani jiwanya. Tidaklah salah ketika Halilintar sendiri bilang ia ingin menyerah , tapi apa? Ia tak berhenti melangkah karna apapun itu , selalu ada hal yang membuatnya harus dan harus untuk memenuhi segala hal. Dia hanya bocah kecil , yang dijadikan lelucon oleh semesta , dijadikan badut oleh dunia , dimana penderitaan itu , seolah tampak lucu dimata orang yang tak tau seberapa tebal topeng diwajahnya. Namun apa? Tak berhenti disitu , tak hanya fisik , mentalnya juga membeku ; mati dihantam tiap hitungan waktu. Tapi lagi lagi , tubuh itu bangkit setelah jatuh.. "Nyawa ayah prioritasku" "Jangan berpura pura , ibu. Jujur lah dalam membenciku" "Jangan bermimpi.. Aku tak pantas disebut kakak" "Aku mati pun , tak ada pengaruhnya untuk hidup kalian! Aku akan mati bahkan sebelum tangan kalian kotor oleh darah ku" "Jangan khawatir , aku sudah terbiasa" " ..... Benar benar terbiasa" Dan dibalik semua itu , ia tak sendirian. "Benar kan~Tuan~?" WARNING!! *KARAKTER DISINI MILIK MONSTA , ENDLESS SUFFER HAHYA MEMINJAM KARAKTERNYA SAJA (ADA BEBERAPA TAMBAHAN KARAKTER DARI AUTHOR) *DILARANG COPY KARNA SAMA DENGAN MENCONTEK! DIDUNIA DIMARAHI MASYARAKAT , DIAKHIRAT DIMARAHI MALAIKAT! *SILAHKAN BERI SARAN DENGAN SYARAT : SOPAN , TIDAK BERTELE TELE , DAN DENGAN BAHASA INDONESIA TENTUNYA *JANGAN LUPA VOTE DAN IKUTI TIAP BAB , OKE!?

More details
WpActionLinkContent Guidelines