Story cover for Emotion Love by AislaMK
Emotion Love
  • WpView
    Reads 843,258
  • WpVote
    Votes 42,880
  • WpPart
    Parts 41
  • WpView
    Reads 843,258
  • WpVote
    Votes 42,880
  • WpPart
    Parts 41
Complete, First published Jan 21, 2021
"Apa yang kau lakukan Anye?" Tanya orang itu dengan angkuhnya.

Anye. Gadis itu tidak bergeming di tempatnya. Pandangannya buram. Bukan ini yang ia pikirkan. Apa begini cara memperlakukannya setelah ia mengatakan mencintai laki-laki itu.

Bukankah ini terlalu kejam.

"Apa yang kau lakukan Anye?" Laki-laki itu mendekat. Menarik lengannya hingga Anye tersentak mendekat ke arahnya. "Apa kau berpikir jika semua kebaikanku berarti aku mencintaimu?" Lanjutnya kejam.

"Aku..." Anye kehabisan kata-katanya. "Kau bilang..  bukan..."

"Katakan yang jelas Anye. Aku tidak mendengarmu." Bisiknya tepat ditelinga gadis itu. Menahan suaranya agar tidak mengerang.

Anye, gadis itu terdiam. Membiarkan nafas laki-laki itu menggelitiki telinga sampai ke lehernya.

"Apa kau tidak pernah sekalipun menyukaiku?" Tanya Anye tertahan.

Hardin tersenyum miring. "Pernah. Tentu aku menyukaimu Anye."

Sesaat dada Anye terasa sedikit lega sebelum akhirnya laki-laki itu melanjutkan kata-katanya.

"Kau baik. Aku menyukaimu sebagai teman yang mau berbagi keintiman denganku. Seperti ini....... 

Next to the story→

#1 adult 27/1/22
#1 mature 27/1/22
#5 romance 6/2/22
All Rights Reserved
Sign up to add Emotion Love to your library and receive updates
or
#27anyelir
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Unpredictable Love cover
Friend Zone ! [END] cover
Rex Vester 0.2 | Joshua Hong ✔ cover
You Got It cover
My Enemy Ayna  cover
My Hottest Daddy [Hottest Series#3] cover
Growing Pain🥀 cover
Trial & Error cover
ARDOLPH cover

Unpredictable Love

28 parts Ongoing Mature

WARNING: Beberapa chapter terdapat adegan dewasa. Harap lebih bijak dalam membaca. Lili, hanya seorang gadis sederhana yang manis dan pendiam, tidak memiliki riwayat pacaran. Meskipun begitu, ibu nya selalu menyuruhnya untuk segera mendapatkan kekasih. Namun Lili terlalu pemalu, dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati pria. Dan entah bagaimana, seorang pria mulai mengganggunya. ----------------------------------------- Rendra tertawa kecil, suaranya terdengar berat dan penuh godaan. "Jika kamu yang berinisiatif menciumku, aku akan pergi." Lili menggigit bibirnya, tangannya gemetar hebat. Matanya yang basah oleh air mata menatap Rendra dengan gugup dan takut. Hening sejenak. Napasnya tersengal ketika ia akhirnya mengumpulkan keberanian, mengangkat sedikit tubuhnya, lalu berjinjit untuk mengecup pipi pria itu. Namun, sebelum bibirnya sempat menyentuh kulitnya, Rendra sudah lebih dulu meraih tengkuknya, menariknya erat ke dalam dekapannya. Tanpa memberi kesempatan untuk mundur, ia menuntut lebih menyapu bibirnya dengan ciuman yang panas dan mendalam. Suara Rendra terdengar serak di antara napas yang memburu. "Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu setelah dirimu sendiri yang memberikannya padaku, hm?" ---------------------------------------