Emotion Love

Emotion Love

  • WpView
    Reads 850,580
  • WpVote
    Votes 43,060
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadComplete Sun, Feb 6, 2022
"Apa yang kau lakukan Anye?" Tanya orang itu dengan angkuhnya. Anye. Gadis itu tidak bergeming di tempatnya. Pandangannya buram. Bukan ini yang ia pikirkan. Apa begini cara memperlakukannya setelah ia mengatakan mencintai laki-laki itu. Bukankah ini terlalu kejam. "Apa yang kau lakukan Anye?" Laki-laki itu mendekat. Menarik lengannya hingga Anye tersentak mendekat ke arahnya. "Apa kau berpikir jika semua kebaikanku berarti aku mencintaimu?" Lanjutnya kejam. "Aku..." Anye kehabisan kata-katanya. "Kau bilang.. bukan..." "Katakan yang jelas Anye. Aku tidak mendengarmu." Bisiknya tepat ditelinga gadis itu. Menahan suaranya agar tidak mengerang. Anye, gadis itu terdiam. Membiarkan nafas laki-laki itu menggelitiki telinga sampai ke lehernya. "Apa kau tidak pernah sekalipun menyukaiku?" Tanya Anye tertahan. Hardin tersenyum miring. "Pernah. Tentu aku menyukaimu Anye." Sesaat dada Anye terasa sedikit lega sebelum akhirnya laki-laki itu melanjutkan kata-katanya. "Kau baik. Aku menyukaimu sebagai teman yang mau berbagi keintiman denganku. Seperti ini....... Next to the story→ #1 adult 27/1/22 #1 mature 27/1/22 #5 romance 6/2/22
All Rights Reserved
#7
anyelir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Hottest Daddy [Hottest Series#3]
  • Friend Zone ! [END]
  • Unpredictable Love
  • Growing Pain🥀
  • My Enemy Ayna
  • ARDOLPH

[ SELESAI • Mature Romance 21+ ] *** "Oke," Dia menarik napas panjang. Wajahnya memerah ketika aku mengutarakan apa yang terjadi padaku. "Jadi, mau kamu apa?" Sekarang, aku mengenyit bingung mendengar pertanyaannya yang terkesan aneh. Memangnya apa yang aku mau selain dia menikahiku sebagai rasa tanggung jawabnya sebagai seorang cowok? Kemudian dia menggeleng pelang. "Kalau kamu minta dinikahi, aku nggak bisa," ucapnya tegas. Membuatku sedikit terperangah. "Umurku masih muda dan nggak mungkin juga kalau aku nikahin kamu sedangkan aku belum punya kerjaan atau penghasilan sendiri. Emangnya kamu mau dibiayain apa sama aku dengan kondisiku yang sekarang?" "Aryan..." Aku sampai nggak bisa berkata-kata mendengar ucapannya barusan. Dia nggak mau menikahiku padahal sekarang aku tengah mengandung anak hasil perbuatan bodoh kami yang entah sengaja atau nggak, tapi dia mengeluarkannya di dalam. "Ini anak kamu, Ar." "I know right, Ayu," desahnya pelan. Sesekali mengacak-ngacak rambutnya dan menggeram penuh frustrasi. "Tapi, aku nggak bisa nikahin kamu, Ayu. Aku bisa tanggung jawab, tapi nggak dengan nikahin kamu." *** #3 Hottest Series

More details
WpActionLinkContent Guidelines