SISTER MAFIA (BTS)

SISTER MAFIA (BTS)

  • WpView
    Reads 40,997
  • WpVote
    Votes 2,962
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 28, 2021
"Gw gak peduli si tua itu pulang atau gak terserah. Dia kira gw gak tau semuanya apa"..... "Sabar Li kita semua ada disini buat lu"... "Kayak gak pernah di didik aja tuh cewek" batin ..... Dilarang plagiat!! Cerita ini murni khayalan author END Bahasa non-baku Baca aja dulu siapa tau suka Jan lupa semangatin author yh Jan lupa vote jugaa💜💜
All Rights Reserved
#309
stepbrother
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • Jung Haechan
  • Kembar 「NoHyuck」✔️✔️
  • APARTEMENT  ✔
  • LAKUNA
  • My Brother 'BTS' (Season 2/3) END
  • Step Brothers (ExO)
  • ♣Me And Brother♣feat BTS♣
  • [✔️] YNWA [BTS Local Fic]

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines