Traces Of Him

Traces Of Him

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 7, 2022
🅷🅰🅿🅿🆈 🆁🅴🅰🅳🅸🅽🅶 " 𝐀𝐤𝐮 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐭𝐚𝐡𝐮 𝐚𝐩𝐚𝐤𝐚𝐡 𝐭𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭𝐤𝐮 𝐛𝐞𝐧𝐚𝐫-𝐛𝐞𝐧𝐚𝐫 𝐝𝐢 𝐬𝐢𝐧𝐢. 𝐀𝐤𝐮 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐩𝐮𝐧𝐲𝐚 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠𝐩𝐮𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐝𝐢𝐚𝐣𝐚𝐤 𝐛𝐢𝐜𝐚𝐫𝐚." Tertawa dan tersenyum untuk memperlihatkan kepada dunia bahwa hidupnya sudah sangat bahagia. Tapi ternyata perlahan-lahan topengnya kian retak disebabkan air mata yang menetes setiap waktu, hatinya tidak lagi bisa menahan sakitnya kehidupan. "𝐒𝐞𝐭𝐢𝐚𝐩 𝐤𝐚𝐥𝐢 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐭𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐩𝐚𝐝𝐚𝐤𝐮 𝐚𝐩𝐚𝐤𝐚𝐡 𝐚𝐤𝐮 𝐛𝐚𝐢𝐤-𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐬𝐚𝐣𝐚, 𝐡𝐚𝐥 𝐢𝐧𝐢 𝐬𝐞𝐦𝐚𝐤𝐢𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐢𝐧𝐠𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐡𝐰𝐚 𝐚𝐤𝐮 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐛𝐚𝐢𝐤-𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐬𝐚𝐣𝐚." bukankan hidupku sangat indah,bahkan terkadang aku tertawa sendiri untuk merasakan apa itu bahagia ? Itulah yang selalu seorang perempuan ucapkan pada dirinya sendiri. Tetapi dirinya kadang merasakan bahagia kala mengingat nama yang sudah sekian lama dia rahasiakan dalam hatinya. 𝐃𝐢𝐚 ! 𝐎𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐚𝐥𝐚𝐬𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐩𝐚 𝐚𝐤𝐮 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐦𝐞𝐦𝐩𝐮𝐧𝐲𝐚𝐢 𝐤𝐞𝐢𝐧𝐠𝐢𝐧𝐚𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐥𝐚𝐦𝐚, 𝐬𝐞𝐧𝐲𝐮𝐦𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐮𝐚𝐭𝐤𝐮 𝐭𝐞𝐧𝐚𝐧𝐠 Aku harap sebelum aku meninggalkan dunia ini,ada satu orang yang dapat menuntunku menuju indahnya rencana yang Tuhan berikan. "Orang menangis bukan karena mereka lemah. Ta
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DEAR ANNETHA
  • I'm okay (END)
  • I Think You Call This Love [END] S1 Story of Rei-Raka
  • FIZYA
  • Make Myself Happy
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • Nayara [ TERBIT ]
  • Bound To Protect
  • Raina Maramitha
  • I'm promise with you

It's not funny! - - - - • Annetha Kannaya Zafira "Kapan aku merasa bahagia? kenapa aku harus hidup tanpa kasih sayang papa? kapan ada seseorang yang rela menemani hidupku?" ucap Annetha di kesunyian malam yang ia lalui sambil menatap dinding kamarnya yang nan-indah bagi Annetha. • Adnan Gafaula Cardwell "Annetha, kamu itu bagai tanah di rumahku, jika tidak ada tanah maka rumah ini tidak akan sempurna, kamu itu bagaikan air... layaknya air hujan yang sangat deras dan mampu membahasi siapapun yang berdiri dibawahnya, dan aku lah orang yang akan menampung semua air itu termasuk air mata kebahagiaanmu" - -Nyatanya- Maafkan aku yang selalu membuatmu sedih, aku mengetahui semua tentangmu, tapi aku masih mampu menyakitimu diluar sana, aku rela membahagiakanmu sekalipun itu menempuh waktu lama agar dapat tercapai. -Aku mengenalmu dari kecil, dan aku orang yang paling kamu sayangi saat itu dan kita sering bermain-main bersama dulu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines