Na-update namin ang aming Mga Alituntunin sa Nilalaman.
Suriin ang pinakabagong mga alituntunin para patuloy na makapagbahagi ng mga kuwento nang ligtas.
Matuto pa
You Are My Reason

You Are My Reason

  • WpView
    MGA BUMASA 6,358
  • WpVote
    Mga Boto 53
  • WpPart
    Mga Parte 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sun, Nov 27, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"ambil semuanya,terserah mau Lo apain yang terpenting nie bayi bisa pergi dari hadapan gue"tandas Damian sembari melempar tiga black card di hadapan Azura. azura menatap tajam manik mata hitam Damian,tak habis pikir dengan jalan keinginan cowok yang tidak di kenalnya sama sekali. "gak bisa gitu dong,ini anak Lo,ya Lo yang harus jaga ,kenapa Lo malah ngebebani gue sih"balas azura tak kalah sengit sembari terus menimang bayi di gendongannya. "udah berapa kali gue bilang itu bukan anak gue,gue juga gak tau itu anak siapa" "ya tapi Lo yang harus bertanggung jawab,kalo Lo gak mau jaga ya Lo cari panti asuhan atau pengasuh buat dia" "Lo kenapa jadi ribet gini sih,gue gak peduli! ambil tuh kartu,gue yakin isinya bisa hidupin Lo sama nie bocah seumur hidup"tandas Damian seraya berbalik pergi. Azura mengeram kesal mengambil black card di hadapannya dan melangkah cepat mendahului Damian. "ambil kartu Lo,gue gak butuh,jangan Lo pikir dengan uang bisa menyelesaikan semuanya,pake hati Lo jangan harta Lo"sentak Azura setelah melempar tiga kartu tepat di wajah Damian. Damian diam tak berkutik,mencerna ucapan cewek yang berlalu begitu saja di hadapannya dengan bayi yang kian menangis kencang di gendongannya. *** Jadi siapa orangtua sebenarnya baby boy dalam asuhan Azura itu? Benarkan bayi seorang Damian? Atau memang hanya bayi buangan saja? Apa tindakan yang Azura ambil? Benarkah ia akan mengasuh bayi menggemaskan itu seutuhnya,atau memilih menitipkan di panti asuhan? Bagaimana sekolah Azura dengan adanya bayi tersebut? Temukan jawabannya di dalam cerita ini! Langsung baca aja ya....
All Rights Reserved
#154
peduli
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • 27 FEBRUARI
  • Apology [Completed]
  • F A K E ? [End]
  • ALETA
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Don't Talk About Money
  • Bad Papa

"Loh, ntar-ntar, mama nitipin gue ke abang-abang biar gue bisa dididik sama mereka? Kelakuan mereka kan lebih laknat dari gue." ..... Dituntut agar bisa ini itu saja sudah cukup membuat Alea kesal. Sekarang mamanya berulah lagi dengan menitipkan Alea di rumah keempat abangnya dengan dalih agar Alea menjadi anak yang lebih baik seperti mereka. Lebih baik? Abang pertama punya pacar cowok. Abang kedua suka ngedugem. Abang ketiga ngikutin jejak abang pertama. Abang keempat suka balap liar. Lebih baik dari mananya? ........ Akankah Alea dapat bertahan di rumah sang kakak? Mengingat Alea masih memiliki satu problem, yakninya tetangga rumah yang selalu menempel padanya setiap hari. "Kayaknya gue alergi sama lo deh, setiap lo deketin tangan gue gatel, bawaannya pen gorok." -Alea "Nego dikit boleh? Jangan gorok deh, kerok aja gimana?" -Angkasa

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman