Tanpa Judul

Tanpa Judul

  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 25, 2021
WpInfo
Poetry
Seseorang pernah menuliskan, tidak ada yang lebih sendu dari rindu yang tak dapat bertemu. Kataku, itu bohong. Nyatanya, dapat atau tidaknya terjalin pertemuan adalah kuasa dari masing-masing pribadi. Jikalau ia bertanggung jawab atas rindunya pertemuan akan selalu ada. Tidak ada seorangpun yang dapat menghalau pertemuan itu meskipun rindu hanya bertemu di sepertiga hari maupun malam lewat sebait kata yang berhasil disuarakan atau lewat sebatas rindu yang berhasil dilangitkan langsung kepadaNya, dengan bersimpuh dan memohon agar segera menjadi pertemuan yang nyata. Kata paling pahit dari sebuah rindu adalah ketika seseorang mengadu kepada TuhanNya sambil berkata "Tuhan, atur saja bagaimana baiknya".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Stranger | Orine
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Rindu Yang Tak Pernah Diam
  • Kutinggalkan dia karena Dia
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • maba dan kating

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines