Before You Say NO

Before You Say NO

  • WpView
    Reads 130
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 25, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Bukannya dia anak bangsawan ningrat yang membenci kaum urban macam aku gini. Cewek urakan ke mana-mana sama laki beda-beda. Terserah sih, kalau aku mah se-bodo amat." -Mala, pemagang kelas teri yang memaksakan diri mengikuti arus ala anak milenial- "Dia tu ya, anak magang tapi kelakuannya udah kayak pro aja. Nggak inget apa CV-nya nggak masuk kriteria tapi tetap terpilih dengan pembenaran alasan kemanusiaan keluarga. Nggak sadar dia dipake bukan karena kualitas tapi alasan kasian. Beneran nggak punya malu. Huft, bikin gue ngomel-ngomel kayak emak-emak aja." -Damar, anak bangsawan yang nggak mau ngaku-ngaku meski udah jadi rahasia umum- "Gara-gara cewek itu, hidupku jadi berantakan. Secara nggak langsung dia udah jadi pembunuh. Awas aja kalo aku kehilangan kamu juga harus merasakan." -Danis, sang mantan yang pasti selalu datang tak dijemput pulang tak diantar."
All Rights Reserved
#217
motivation
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lady Antagonis (TAMAT)
  • Antagonis Kesayangan Ku! END ✔️
  • My Duchess / End
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Enough
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • My Darkness Girl[TAMAT]
  • Way To You (END)
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]

Kehidupanku biasa saja. Membosankan dan menyebalkan. Entah mengapa ibu-ibu kaum nyinyir melabeliku sebagai orang bermasalah. "Oke, aku kuat." Itulah yang berkali-kali aku tanamkan dalam benak. Kuat. Kesehatanku memburuk akibat kebiasaan hidup tidak sehat; begadang, telat makan, makan makanan rendah gizi, dan tambahan beban pikiran. Begitulah akhir kisahku, salah satu korban kerasnya kehidupan, berakhir. Sayangnya aku salah! SALAH BESAR. Aku justru terlempar ke dalam novel ciptaan temanku sebagai Laura. Aku tidak keberatan menjalani hidup kedua. Namun, beda cerita bila aku adalah si antagonis yang bahkan tidak memiliki aset bernilai jutaan. Izinkan aku hidup mewah! Mewah! Oke, lupakan mengenai hidup sebagai nona besar. Masa bodoh dengan plot, mengubah cerita, merayu tokoh utama, dan bersikap baik kepada Sarah, si FL. Berhubung aku menempati Laura ketika dia masih SMA, maka lebih baik aku mempersiapkan hidup di masa depan semapan mungkin. Dengan kata lain: Sayonara, wahai para tokoh mulai dari kelas kroco sampai kakap. Aku akan hidup mandiri dan silakan saling bunuh memperebutkan Sarah. Aku tidak peduli! Akan tetapi, semua karakter sepertinya ingin mengganggu rencana hidup mandiriku. Mulai dari FL yang ngotot ingin menolongku, ML justru menawariku aset senilai jutaan, bahkan Villain pun mulai berubah haluan mencari cinta. Pasti ada yang salah dengan mereka semua. Mereka aneh! ANEH. Oh tolong, tolong izinkan aku hidup damai. Oke?

More details
WpActionLinkContent Guidelines