DOUBLE A (On Going)

DOUBLE A (On Going)

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 13, 2021
"Gak... aku bukan pembunuh" lirih Qila, badanya merosot dan terduduk dilantai. "Aku gak bunuh bunda... hiks... aku gak bunuh om Nanta... Qila bukan pembunuh...hiks...." Qila menangis pilu dengan memeluk kedua lututnya sesekali memegang kepalanya yang berdenyut. "Aku bukan pembunuh...." kalimat itu yang selalu keluar dari mulut Qila. Sampai Qila tertidur dengan keadaan meringkuk dilantai, dia lelah... sangat lelah....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benalu [Terbit]
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • Bukan Kita D.A.N
  • Satu Langkah Lebih Dekat [hiatus]
  • Cinta dan Dilema
  • Viona Allexa Miller
  • CINTA DALAM KELABU
  • AYKA
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • KEYLA (Hiat)

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines