Story cover for Hujan Berselimut Duka by withtwilight
Hujan Berselimut Duka
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Jan 22, 2021
Saat semburat merah jingga nan elok,
saat gumpalan kapas gelap bersanding bersama cakrawala.
Tetes kehidupan jatuh serentak
Membombardir ribuan kilometer lahan
Impresi menguap diatas tanah
Larut bersama kesejukan hujan
Dibawah rintik rintik nikmat Tuhan
Rangkaian kata kususun menjadi aksara
Bercerita tentang musim hujan berselimut duka
Dimana senja tak lagi jingga
Dimana mentari enggan menampakkan muka
Kala itu,langit menangis berlinang air mata
Guntur beretorika tanpa bisa mengucapkan sepatah kata.

Disini akan aku ceritakan kisahku yang tak jauh beda dengan hujan
Datang dan pergi tanpa pamit 
Menghembuskan asa dan juga nestapa 
Hingga hanya dingin yang tersisa.
All Rights Reserved
Sign up to add Hujan Berselimut Duka to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
"ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku by D_Prayogo
5 parts Complete
semua kisahku bermula saat pertama engkau hadir dihadapan mataku. wajah itu tak pernah hilang dari bayangan anganku. selalu menghanyut senyummu dalam kalbuku. semua kisah puisi hanya menggambarkan tentang keindahan dirimu. tak pernah bosan tanganku menulis untukmu. tak pernah lelah jemariku melukiskan indahnya parasmu. sinar mentari,tiupan angin,desiran rumput,kemersik daun,kicauan burung,gemercik air, bag menggambarkan pesona indah parasmu. alunan seruling bambu,senduh dentingan gitar, terus mengiringi merdu suaramu dalam relung hatiku. tak pernah lupa selalu terngiang dalam kepalaku " bang Ar!". setiap saat, setiap hari, aku berusaha selalu ada untukmu. menjagamu sekeras apa pun, membimbingmu sejauh apa pun, menuntunmu sesulit apa pun. bagai sepasang merpati yang selalu terbang beriringan, bagai sepasang kelinci yang selalu melompat bersamaan. namun, aku hanyalah akar untukmu. yang menopangmu, menjaga agar kau tetap berdiri.namun, aku hanyalah aliran air untukmu. yang menjadi wadah untukmu berenang semakin jauh. senyummu adalah bahagia untukku, namun tangismu bukanlah sedihku. karena aku harus kuat untuk membuatmu tersenyum sepanjang hari. hingga kau melantunkan suara merdumu "bang Ar!". namun, bagai dentuman guntur di siang bolong, bagai derasnya hujan di panas terik. semua berubah karena ke egoisanku. karenaku, bunga yang indah mekar kini layu dan gugur. karenaku, angin sepoi peniup melodi kini menjadi badai topan yang ganas. yang tinggal hanya dentingan pedang yang beradu, hanya desingan peluru yang memburu. saling membekas luka, menyayat sembilu dalam relung hati. menjatuhkan merpati, membinasakan kelinci, menumpahkan darah di sepanjang perjalanan yang tersisa. kini hanya ada akar tanpa pohon, air tanpa ikan, dan selembar kertas putih. kini yang terbakar hanya amarah yang mengatakan "tolong jauhi aku!".
RESURGERE: The Andalas Of Nusan [CH] by Appenelon-desu
59 parts Ongoing
𝘽𝙖𝙘𝙖 𝙩𝙖𝙜𝙖𝙧, 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙜𝙖𝙠 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙖𝙝𝙖𝙢 . . . . Dunia ini dulunya hanyalah hamparan biasa, hingga kekuatan magis pertama kali terlahir dari kehendak alam. Namun, sihir yang seharusnya menjadi anugerah justru disalahgunakan. Orang-orang yang tidak bertanggung jawab memperlakukan kekuatan mereka sebagai alat untuk berkuasa, tanpa peduli akan kehancuran yang mereka tinggalkan. Dari keegoisan itu, lahirlah kekacauan, perang, dan penderitaan. Hingga akhirnya, sebuah tekad baru muncul, tekad untuk mengendalikan sihir, bukan dikendalikan olehnya. Para pemimpin membangun tatanan baru, aturan yang mengikat, dan tempat-tempat pembelajaran bagi mereka yang terlahir dengan bakat magis. Namun, sejarah selalu berulang. Di tengah damai yang rapuh, bayang-bayang keserakahan kembali mengintai. Dan kini, seorang pemuda harus menemukan jalannya sendiri di dunia yang gila ini, siap atau tidak, mau atau- "TIDAK MAUUUUU!!!" "Heh! jangan menolak! Kau akan ke Akademi besok! ingat!" "Aku tidak mau~ huaa kehidupan malas ku akan hancur." "Kalau kau menolak, koleksi cacing beracun mu akan ku bakar." ". . ." "Yah merepotkan. Mungkin lebih baik aku tidur, dan pura-pura dunia ini baik-baik saja." -Indonesia . . . ! Di ambil dari kisah fiksi author sendiri, gak ada sangkut pautnya sama dunia nyata, mau itu tatanan masyarakat, jabatan, posisi, hukum dan sebagainya. Author cuma manusia biasa yang pastinya tak lepas dari kekurangan. Inspirasi cerita?... Banyak pokoknya, dan author jadiin satu dalam cerita ini. Sama sekali gak adanya bermaksud menjiplak dan gak terima di jiplak. Author gak akan iklas kalau ada yang tiba-tiba jiplak cerita ini trus di jadiin alasan inspirasi cerita dan dan modifikasi sama sekali, alias plek ketiplek. "Menjiplak bukan karena tidak bisa berkarya, tapi karena terlalu malas untuk mencoba." - Appelmerah, 2025 Segitu dulu, bay~
Cahaya Gemintang (CH!Indonesia) by Why_are_you_asking
12 parts Complete Mature
[DISCONTINUED] . Semburat jingga kemerahan menghiasi langit senja. Angin sore menari dan berputar mengelilingi bumi sambil membawa kehangatan. Burung-burung terbang dengan bebas di Cakrawala. Tidak ada yang lebih indah dari sore Kamis ini. Terutama dengan angin yang kian menyuarkan suaranya di Angkasa. Ctas! Angin tersebut datang dengan kencang, mencabut salah satu Melati dan membawanya terbang. Terbang tinggi dan semakin tinggi, menjauh dari tempat asalnya. ⧫ Pluk! Setangkai bunga Melati jatuh di tanah, di hadapan seorang anak laki-laki dengan mata seperti bara api. "Eh? Jatuh darimana ini?" Anak itu bertanya, menggaruk tengkuknya keheranan. Dia membungkuk untuk memungut Melati tersebut, sebelum dipanggil oleh kawan mainnya. "Ngit! Ayo cepetan, bolanya nyangkut nih." "Iya, iya, aku ke sana." Jawab anak itu, sembari memautkan bunga Melati yang dipungutnya ke telinga. Melati itu layu sehari kemudian. . "Kamu tahu? Aku tidak pernah berpikir untuk hidup selama ini... Entah aku harus berterima-kasih padamu atau tidak." ⧫ "Aku sudah lelah. Biarkan aku beristirahat." ⧫ "Dunia adalah tempat para pendosa berkumpul. Semuanya merupakan bentuk lain dari warna abu-abu. Tidak ada yang baik dan buruk, tergantung dengan siapa yang kita sorot." ⧫ "Maafkan aku...." ⧫ "Ayo (̴̢̒̇̾͂̂̂?̷̡͈̋̽̃͐͑̌̄͠͝͝?̷͔͓͔̻͇͖̻͒̂̕!̷̞̟̳͓̟̻̞̀̄͊̈́¿̵̡̛̳̜̟̠̤͙̮̯̓̈́̀¡̶̢̙̜͙̮͚̳̳̠̻̓?̶̨̫̲̙͍̜͈̗͇̝̍͋̏͆̅̉͗͗͠?̸̝̯͉̘̺͐̄̽̾̾̍̍̀ͅ)̴̧̤̮̅̓͜ͅ , mari kita ikuti bintangnya." . "𝔑𝔢𝔳𝔢𝔯𝔩𝔞𝔫𝔡 𝔦𝔰 𝔥𝔬𝔪𝔢 𝔱𝔬 𝔩𝔬𝔰𝔱 𝔟𝔬𝔶 𝔩𝔦𝔨𝔢 𝔪𝔢" "𝔄𝔫𝔡 𝔩𝔬𝔰𝔱 𝔟𝔬𝔶 𝔩𝔦𝔨𝔢 𝔪𝔢 𝔞𝔯𝔢 𝖋𝖗𝖊𝖊." -Lost boy, Ruth. B. . [ℂ𝔸ℍ𝔸𝕐𝔸 𝔾𝔼𝕄𝕀ℕ𝕋𝔸ℕ𝔾] . Peringatan dan sisanya ada di Prolog. [Why_are_you_asking]
Sepasang Luka Merajut Asa [END] by aisyahwkn1
24 parts Complete Mature
Kehidupan memang tak ada yang pernah tau, semua takdir adalah misteri dan semua misteri adalah harapan yang terus diusahakan untuk terjadi. Seperti halnya dengan Risya dan Raka, kisah mereka yang penuh dengan ketidakberdayaan, dipisahkan dari semua pihak yang ingin merenggut kebahagiaan, bahkan hampir merelakan satu sama lain karena suatu alasan. Tetapi kisah mereka tak selemah apa yang dibayangkan. Meski dengan darah, keringat dan air mata. Cinta mereka tetap kokoh walaupun berada di dua dimensi yang berbeda. Asa demi asa tak pernah putus disampaikan pada Tuhannya, hingga Tuhan pun luluh akan besarnya harapan mereka. Tuhan merestui mereka sekali lagi, kalaupun memang akan terpisah lagi, mereka sudah mengingat dengan jelas arah jalan untuk kembali. - - __________________ " Itu hanyalah sepenggal tragedi yang terjadi pada sahabatku Azka sewaktu kecil. Aku sangat prihatin dengan apa yang dialaminya 17 tahun yang lalu. Semua orang tau kejadian pengebom-an diperumahan elit Griya di Jakarta itu, karena sampai sekarang belum ditemukan titik terang motif dari kejadian itu. Tapi ini bukan kisah Azka dan aku. Ini kisahku dengan Raka. Raka Putra Mahfuzh." - - "Jangan tinggalkan aku, aku mohon....aku...ak..aku tak bisa seperti ini, kamu adalah alasan aku untuk terus hidup" - RAKA - "Aku mengantuk, aku tidur dulu, nanti bangunkan aku" - RISYA "Jika bisa" Ucap Risya lagi dengan nada yang sudah hampir tak terdengar. Kemudian ia memejamkan matanya ____________________ (13+) - Tamat - Alur Maju-Mundur - Konflik yang disajikan sangat rumit dan pelik - Siapkan Tisu dan selamat menebak alurnya (Nb: Semakin banyak Vote dan Komen dari kalian, semakin cepet di update)
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] by AYA_MNK
24 parts Ongoing
🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Sabtu/31/Mei/2025 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT
You may also like
Slide 1 of 10
"ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku cover
ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)   cover
RESURGERE: The Andalas Of Nusan [CH] cover
Cahaya Gemintang (CH!Indonesia) cover
﹪ ׅ 𝅦𝅦 Ur smile :D ☆ countryhumans Indonesia ━ׄ┈⋄⃞🇮🇩̷𝆭  cover
• EUTANASIA • cover
HUJAN WAKTU ITU cover
Sepasang Luka Merajut Asa [END] cover
Fly Away Season 2 cover
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] cover

"ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku

5 parts Complete

semua kisahku bermula saat pertama engkau hadir dihadapan mataku. wajah itu tak pernah hilang dari bayangan anganku. selalu menghanyut senyummu dalam kalbuku. semua kisah puisi hanya menggambarkan tentang keindahan dirimu. tak pernah bosan tanganku menulis untukmu. tak pernah lelah jemariku melukiskan indahnya parasmu. sinar mentari,tiupan angin,desiran rumput,kemersik daun,kicauan burung,gemercik air, bag menggambarkan pesona indah parasmu. alunan seruling bambu,senduh dentingan gitar, terus mengiringi merdu suaramu dalam relung hatiku. tak pernah lupa selalu terngiang dalam kepalaku " bang Ar!". setiap saat, setiap hari, aku berusaha selalu ada untukmu. menjagamu sekeras apa pun, membimbingmu sejauh apa pun, menuntunmu sesulit apa pun. bagai sepasang merpati yang selalu terbang beriringan, bagai sepasang kelinci yang selalu melompat bersamaan. namun, aku hanyalah akar untukmu. yang menopangmu, menjaga agar kau tetap berdiri.namun, aku hanyalah aliran air untukmu. yang menjadi wadah untukmu berenang semakin jauh. senyummu adalah bahagia untukku, namun tangismu bukanlah sedihku. karena aku harus kuat untuk membuatmu tersenyum sepanjang hari. hingga kau melantunkan suara merdumu "bang Ar!". namun, bagai dentuman guntur di siang bolong, bagai derasnya hujan di panas terik. semua berubah karena ke egoisanku. karenaku, bunga yang indah mekar kini layu dan gugur. karenaku, angin sepoi peniup melodi kini menjadi badai topan yang ganas. yang tinggal hanya dentingan pedang yang beradu, hanya desingan peluru yang memburu. saling membekas luka, menyayat sembilu dalam relung hati. menjatuhkan merpati, membinasakan kelinci, menumpahkan darah di sepanjang perjalanan yang tersisa. kini hanya ada akar tanpa pohon, air tanpa ikan, dan selembar kertas putih. kini yang terbakar hanya amarah yang mengatakan "tolong jauhi aku!".