Puisi Itu Rumit

Puisi Itu Rumit

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 30, 2021
"Aku ingin tenggelam ke dasar laut puisi agar aku berhenti bernafas dengan kata-kata. Puisi itu bukan sekedar kata-kata, dan bukan seperti apa kata mereka; bukan pula sekadar dan sekedar luapan rasa gundah, bahagia, terluka, galau, rindu, sedih, dan cinta. Tapi puisi itu rumit; Rumit bila hanya dimaknai dengan sebatas kata-kata."
All Rights Reserved
#628
benci
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)
  • INKONSISTENSI RASA (TERBIT)
  • harapan yang pupus
  • Sasmita Nivriti
  • Tentang Kamu [Completed]
  • ASGARD
  • Perihku Ditinggalkan
  • Just Words
  • Diksi Dalam Sepi
  • Sunyi Hati Hampa Semesta

Publikasi ini adalah ruang dialog atau diskusi. Adapun materi yang disampaikan hanyalah sebuah kemungkinan di antara kemungkinan-kemungkinan yang lebih baik lagi dari apa yang kita anggap sebagai "puisi bagus". Silakan jadikan cemilan bagi yang suka nulis puisi. Semoga lekas kambuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines