Panji Jayeng Sabrang, Melawan Kezaliman Negeri Seberang

Panji Jayeng Sabrang, Melawan Kezaliman Negeri Seberang

  • WpView
    Reads 402
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 54
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 28, 2021
WpInfo
Fiction
Historical
Cerita ini adalah fiksi karya saya sendiri. Saya hanya memakai nama tokoh dari cerita Panji yaitu Panji Inu Kertapati dan istrinya Candra Kirana. Di masa kecil Panji dijuluki Joko Gluduk. Dia sudah dijodohkan dengan sepupunya sendiri Candra Kirana. Tapi Panji terlalu lama pergi berguru ke Padepokan Liyangan sehingga keluarga Candra Kirana merasa Panji mencari alasan membatalkan pernikahan. Maka mereka menerima lamaran Klana Sabrang, seorang raja kaya dan berkuasa. Tapi ternyata dia diperlakukan buruk sehingga ingin pulang. Panji lantas membantunya lari. Klana yang marah lalu menyerang dengan pasukan besar. Konflik seru terjadi.
All Rights Reserved
#939
historical
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Istana Sriwijaya Masuk Zaman Modern
  • 𝐊𝐮𝐫𝐮 𝐊𝐮𝐥𝐯𝐚𝐝𝐡𝐮
  • Bulan Merah Wilwatikta [TAMAT]
  • KENANGAN KOTA JOGJA KALA ITU [On Going]
  • Sang Dewi (SUDAH TERBIT)
  • Sandyakala [SLOW UPDATE]
  • Seribu Cahaya Aryanegara
  • Pendekar Pedang Serayu
  • KANASKHARA

Di zaman dulu, di tanah Sumatra, ada sebuah kerajaan yang sangat kuat dan makmur, yaitu Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan ini dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana dan adil, yaitu Raja Balaputradewa. Raja Balaputradewa memiliki seorang putri yang cantik dan cerdas, yaitu Putri Tara. Putri ini sangat disayangi oleh raja dan rakyat kerajaan, karena kebaikan dan kebijaksanaannya. Suatu hari, ada seorang pangeran dari kerajaan tetangga yang datang ke Sriwijaya untuk meminang Putri Tara. Pangeran ini bernama Pangeran Sangrama, dan dia sangat tampan dan gagah. Raja Balaputradewa sangat senang dengan kedatangan Pangeran Sangrama, dan dia langsung menerima pinangan tersebut. Putri Tara juga sangat senang, karena dia telah jatuh cinta dengan Pangeran Sangrama. Namun, ada seorang yang tidak senang dengan pernikahan tersebut, yaitu seorang patih yang bernama Patih Jayanasa. Patih Jayanasa sangat iri dengan kekuasaan dan kekayaan Raja Balaputradewa, dan dia ingin mengambil alih kerajaan tersebut. Patih Jayanasa mulai merencanakan sebuah plot untuk menghancurkan pernikahan Putri Tara dan Pangeran Sangrama. Dia menyebarkan rumor bahwa Pangeran Sangrama tidak layak untuk menikahi Putri Tara, karena dia tidak memiliki darah kerajaan. Raja Balaputradewa sangat marah dengan rumor tersebut, dan dia langsung memanggil Patih Jayanasa untuk menjelaskan. Patih Jayanasa tidak memiliki bukti untuk mendukung rumor tersebut, dan dia akhirnya mengakui bahwa dia telah berbohong. Raja Balaputradewa sangat kecewa dengan Patih Jayanasa, dan dia langsung memecatnya dari jabatannya. Pernikahan Putri Tara dan Pangeran Sangrama akhirnya dilangsungkan, dan mereka hidup bahagia selama sisa hidup mereka. Malam di Istana Sriwijaya masih diceritakan hingga hari ini, sebagai contoh kebijaksanaan dan keadilan Raja Balaputradewa, serta keberanian dan kecantikan Putri Tara. Mau tau kelanjutan ceritanya? Silahkan baca terus bab di bawah ini, Semoga terhibur..

More details
WpActionLinkContent Guidelines