Jalan Pulang

Jalan Pulang

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 24, 2021
Sejauh apapun anda melangkah, setinggi apapun anda terbang dan sedalam apapun anda menyelam jangan pernah lupa dengan jalan pulang. Setiap orang punya jalan pulang masing-masing, tak bisa disamakan apalagi menyamakan. Jika anda bertanya dimana jalan pulang maka tanyakanlah pada diri anda. Dimana anda merasa aman, nyaman dan bahagia. Jangan berfikir ini masalah terjebak di dalam zona nyaman. Bukan, tapi ini tentang kembali ke jalan pulang setelah selesai mencapai awan-awan kesuksesan. Jangan mau dicap sebagai kacang yang lupa pada kulitnya. Intinya kembalilah ke jalan dimana kamu dahulu memanjat sedikit demi sedikit mencapai awan-awan yang indah. Namun hidup bukan hanya naik dan pulang, akan anda temukan jalan berkelok-kelok ditengahnya. Tapi, semua pasti akan berakhir dengan indah selama saya, anda juga kita mau berusaha. Jangan lupakan jalan pulang! dan Selamat Berjuang!
All Rights Reserved
#86
terimakasih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Echoes Of Goodbye (END)
  • Kasih Yang Tersembunyi (End)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • 🚨The sun in the dark sky🚨
  • Hidden Love | Mees Hilgers |
  • Mengenal Diri, Mencari Tujuan
  • Flight
  • UNREQUITED LOVE

Sembuh bukan tentang menemukan cinta baru, bukan pula tentang melupakan jejak yang pernah tertinggal. Sembuh adalah seni merangkul luka tanpa membiarkannya menguasai, membiarkan kenangan tetap ada tanpa menjadikannya belenggu. Bukan proses yang bisa kupaksa atau percepat, melainkan perjalanan sunyi yang penuh riak-riak ingatan-tentang tawa yang dulu menghangatkan, tentang janji-janji yang kini hanya gema di lorong waktu. Aku tahu, kamu pernah menjadi rumah, tempatku pulang tanpa ragu. Namun, rumah itu kini hanya bayangan, berdinding sunyi dan berisi ruang-ruang kosong yang tak lagi menyambutku. Aku tidak ingin menghapus setiap memori, karena bagiku, kenangan adalah musim yang datang dan pergi-tak perlu diusir, hanya perlu diterima. Maka aku memilih berjalan, bukan untuk meninggalkan, tapi untuk melangkah dengan luka yang sudah kujinakkan, dengan hati yang tidak lagi mencari, tapi mengerti bahwa tidak semua yang hilang harus ditemukan kembali. -Sharfina

More details
WpActionLinkContent Guidelines