Fantasi
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 23, 2021
Elin : Dunia fantasi itu hanya ilusi Jessica : Menurutku bisa menjadi nyata Aku menertawai pemikiran bodoh adikku yang selalu berhalusinasi tentang dunia fantasi. Bahkan dia mempercayai hal semacam reinkarnasi dan perjalanan waktu. Aku berulangkali menasehatinya agar tidak percaya dengan hal bodoh semacam itu. Namun, dia tetap bebal dan menguatkan opininya, dia bahkan menyuguhkan berbagai teori yang sama sekali tak bisa kupahami. Menurutku kehidupan ini hanyalah sekali, tidak mungkin ada manusia yang bisa berpindah dimensi dan melakukan perjalanan waktu. Jessica : Mungkin suatu saat nanti kamu akan mengalami dunia yang kamu anggap tak nyata. Tunggu saja
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Cuma Nyasar, Kenapa Jadi Penyelamat?
  • I'm More Than Just A Princess
  • Tandang
  • Elementum
  • Queen of Emperor [OPEN P.O]
  • New World [REVISI]
  • Night Start's [On Going]
  • fantasi fairy (on going)
  • menjadi pemimpin wilayah terlarang

Note: Tidak mengandung adegan 🔞 atau kekerasan, kerena cerita ini dibuat untuk semua kalangan. Aku Elara-sedikit cuek, ceria, dan nyaris transparan di mata ayahku sendiri. Ibuku sudah meninggal, kakakku baik tapi tidak bisa selalu jadi pelindung, dan hidupku... yah, biasa saja. Sampai suatu hari, aku menemukan lingkaran aneh di lantai kamarku. Karena diriku yang memiliki rasa penasaran yang tinggi dan... ya, lompat lah. Ternyata lingkaran itu membawaku ke dunia lain, dunia yang aneh, namun kocak. Padahal aku cuma gadis biasa-biasa saja tidak punya kekuatan. Tapi dunia ini bilang aku "penyelamat"? Hah? Salah orang, kali. Aku bahkan belum bisa membaca peta dengan benar, tapi katanya aku harus menyelamatkan dunia? Jadi, inilah aku. Anak dari dunia lain, siap (atau tidak siap) menjalani hari-hari yang makin absurd dan mungkin, menemukan cinta pertama di antara ledakan sihir dan pesta teh yang meledak. Ya, mungkin. Berharap saja dulu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines