(APAKAH) KITA MANUSIA?

(APAKAH) KITA MANUSIA?

  • WpView
    LECTURAS 1,963
  • WpVote
    Votos 533
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, nov 26, 2021
WpInfo
Poesía
Aku bukan pencerita, tapi di sini aku ingin bercerita. Aku bukan penulis, tapi lewat diksi aku ingin menulis. Boleh, kan? Ini bukan ceritaku, tapi ini cerita semesta. Tentang banyaknya cerita yang tersangkut pada hari-hari yang tidak menyenangkan, tentang banyaknya luka yang tertanam pada hati-hati yang tak rela. Kita ini hanya sedang bermain drama, pada skenario Tuhan yang nyata. Kita hanya perlu menyadari, bahwa hidup sangatlah berarti. Akan selalu kau temukan jalan untuk memilih hidup yang baik, atau memilih cerita yang tak baik. Akan selalu ada pilihan untuk memutuskan asa, atau memilih untuk berharap dengan takdir yang ada. Akan selalu ada kesempatan untuk mengakhiri hidup, atau memilih melanjutkan meski harus merangkak pelan-pelan. Hidup adalah pilihan, dan hiduplah karena kau memilih untuk tetap melanjutkan hidup. Banyak orang terlahir sebagai manusia, tapi hanya beberapa yang benar-benar hidup menjadi manusia. Lantas (Apakah) Kita Manusia? Narasi ini ada karena sebuah luka dan rasa sakit. Narasi ini ada karena sebuah cinta dan kecewa yang dalam. Narasi ini ada karena sebuah harapan dan mimpi yang tak sempat tergenggam. Narasi ini ada karena pujian dan penghakiman yang datang serentak. Narasi ini ada, untuk orang-orang gagal yang memilih bangkit dan tak menyerah dengan keadaan. Di sini kita lahir kembali, menjadi manusia yang sesungguhnya. Ini dariku, seseorang yang mencintai luka juga rasa sakit yang mendera. -Giovano A Brillian
Todos los derechos reservados
#107
ceritanyata
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • NOESIS [END]
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • SATU RAGA SERIBU LUKA |
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • CERPEN (END)
  • The Last Birthday With You
  • Ruang Kosong di Antara Jingga

Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido