(APAKAH) KITA MANUSIA?

(APAKAH) KITA MANUSIA?

  • WpView
    Reads 1,959
  • WpVote
    Votes 533
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 26, 2021
Aku bukan pencerita, tapi di sini aku ingin bercerita. Aku bukan penulis, tapi lewat diksi aku ingin menulis. Boleh, kan? Ini bukan ceritaku, tapi ini cerita semesta. Tentang banyaknya cerita yang tersangkut pada hari-hari yang tidak menyenangkan, tentang banyaknya luka yang tertanam pada hati-hati yang tak rela. Kita ini hanya sedang bermain drama, pada skenario Tuhan yang nyata. Kita hanya perlu menyadari, bahwa hidup sangatlah berarti. Akan selalu kau temukan jalan untuk memilih hidup yang baik, atau memilih cerita yang tak baik. Akan selalu ada pilihan untuk memutuskan asa, atau memilih untuk berharap dengan takdir yang ada. Akan selalu ada kesempatan untuk mengakhiri hidup, atau memilih melanjutkan meski harus merangkak pelan-pelan. Hidup adalah pilihan, dan hiduplah karena kau memilih untuk tetap melanjutkan hidup. Banyak orang terlahir sebagai manusia, tapi hanya beberapa yang benar-benar hidup menjadi manusia. Lantas (Apakah) Kita Manusia? Narasi ini ada karena sebuah luka dan rasa sakit. Narasi ini ada karena sebuah cinta dan kecewa yang dalam. Narasi ini ada karena sebuah harapan dan mimpi yang tak sempat tergenggam. Narasi ini ada karena pujian dan penghakiman yang datang serentak. Narasi ini ada, untuk orang-orang gagal yang memilih bangkit dan tak menyerah dengan keadaan. Di sini kita lahir kembali, menjadi manusia yang sesungguhnya. Ini dariku, seseorang yang mencintai luka juga rasa sakit yang mendera. -Giovano A Brillian
All Rights Reserved
#18
tentanghidup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • My Mom Doesn't Need Daddy
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Evanescent [END]
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • CERPEN (END)
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • NOESIS [END]
  • SATU RAGA SERIBU LUKA |

[Proses Revisi] Ntah apa yang menurut semesta ini lebih menyakitkan dibandingkan orang tua yang berkeji hati pada sang buah hati. Segala sarwa kehidupan menjadi saksi kepahitan. Ntah sejuta nestapa lara yang terpendam, terkubur jauh lebih dalam, terbendung nyata dalam atma yang telah layu. Menyisakan duka yang terlampau sendu. Aku terlalu rapuh, untuk segala hal yang telah lalu. Ntahlah agaknya, aku terlalu sungguh, menginginkan kasihmu yang tak lagi utuh. Aku adalah aksara yang tak bermakna, sedangkan engkau fatamorgana yang kupaksa jadi nyata. Segala hal tentang keabadian fana adanya. Ini bukanlah perihal asmaraloka, ini perihal sebuah jiwa yang tak lagi utuh, yang selalu jatuh, yang terlihat tangguh namun sangatlah rapuh. Sebuah jiwa yang kehadirannya tak pernah lagi tersentuh oleh tangan-tangan halus, yang dirindukan dari seorang ayah. "Ayah tak mencintaiku..tapi aku mencintainya. Sampai kapanpun akan terus mencintainya." "Tuhan mengapa hidup di dunia begitu melelahkan?" "Sunoo lelah, bolehkah Sunoo menyerah?" "Mengapa dunia begitu kejam padaku?" "Tuhan, aku lelah terus berpura-pura bahagia" "Aku sudah terbiasa kehilangan.. tetapi mengapa rasa sakit selalu datang saat aku kembali merasakan kehilangan?" "KENAPA HARUS AKU YANG MERASAKAN INI SEMUA?!" (Baru revisi bagian awal. Sisanya belum. Kalo ada kekurangan mohon maaf, bagian awal mungkin kurang seru, tapi coba baca sampe akhir, dijamin seru! Kalau kata orang sih gitu... Hehehehehe) Cover by : ZaAera20 Multi language Ada bahasa kasar sedikit Narasi : baku Dialog : non baku Mengandung kekerasan⚠️ Terdapat unsur bullying ⚠️ Start : 23 Februari 2021 End : 28 Agustus 2021 Cerita ini murni ide author, jika menemukan kesamaan cerita, itu hanya sebuah kebetulan Dilarang keras mengcopy cerita Zera!⚠️ Cerita Zera diperuntukkan untuk di baca.. bukan di copy atau di plagiat

More details
WpActionLinkContent Guidelines