Obstinate

Obstinate

  • WpView
    Reads 2,670
  • WpVote
    Votes 1,024
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadComplete Tue, Feb 11, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Bagaimana rasanya luka?" -Sean Alzegaf Di dunia, dimana segala hal terjadi, di mana kamu bisa menjadi apapun. Sean Alzegaf tumbuh sekeras batu, merundung dan berlaku sesukanya. Ia tumbuh menjadi laki-laki paling menakutkan bagi orang sekitarnya. Agar bisa merasakan luka. sebab luka adalah hal yang paling ia inginkan. dibandingkan hidup sebagai orang tersayang. Sepanjang hidup ia bertanya-tanya, bagaimana rasanya luka? sementara Aretha Prameswari, masih melangkah, menjejaki satu per satu luka demi menemukan arti bahagia sesungguhnya. Tak bisa dipungkiri, hidup bergelimang harta bukanlah yang ia ingini. Dengan cara apapun ia berlaku sesuka hati. Dua dunia yang terluka. Dua individu yang penuh luka. Kini harus saling berhadapan untuk menemukan siapa mereka sebenarnya. Namun, satu hal yang mereka lupakan, bahwa dunia tidak bekerja sesuai keinginan mereka. ©Copyright Arinakhai 2024 Picture cover by Kimell Kiaya
All Rights Reserved
#33
kimyoojung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KETIKA LABEL TIDAK LAGI MENENTUKAN SIAPA KITA
  • ALTHA
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • Deep Romance ( TERBIT)
  • Semua Tentang Luka [ END ]
  • Breathe
  • Could you be a home for me? [TAMAT]

Aline tak pernah meminta untuk dilabeli-sebagai anak pemarah, pembawa sial, atau anak dari keluarga rusak. Tapi itulah dunia: cepat menilai, lambat memahami. Di sebuah kampung kecil, Aline tumbuh dengan luka-luka tak kasat mata, dibisikkan oleh mulut-mulut tetangga, bahkan oleh orang-orang yang seharusnya melindunginya. Hingga ia bertemu dengan pintu-pintu dan jendela baru-sahabat, seorang imam, dan Nando, lelaki yang melihatnya dengan mata yang berbeda. Ini adalah kisah tentang perjuangan untuk membuka jendela hati, memecahkan cermin luka, dan menemukan pintu menuju penerimaan. Bukan hanya oleh orang lain, tapi oleh diri sendiri. Sebuah novel reflektif yang mengajak kita bertanya ulang: Siapa diriku, jika label tak lagi melekat padaku? Cocok untuk kamu yang sedang mencari makna, harapan, dan keberanian untuk berdamai dengan masa lalu..... selamat membaca (:

More details
WpActionLinkContent Guidelines