familly massacre

familly massacre

  • WpView
    Membaca 63
  • WpVote
    Vote 12
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jan 26, 2021
WpInfo
Fiksi
Horor
Pak Ridwan seorang CEO di perusahaan ternama Namun pada saat itu salah satu karyawannya yg bernama pak Jaka telah mengkorupsi banyak sehingga perusahaan tersebut bangkrut . hidupnya nya pun berubah menjadi serba kekurangan sehingga sang istri (ibu Ratih) meninggal dunia, pak Ridwan merasakan dendam sedalam nya & berusaha memboboli rumah pak Jaka untuk mengambil uang & emas selain itu pak Ridwan juga membunuh mereka satu persatu dengan cara tragis yaitu ia menusuk pak Jaka lalu, ia menolak (Bu Maya) dari tangga , & kemudian ia menjedutkan kepala anknya ( Dimas) ke dinding samping Jendela hingga seluruh keluarga mereka tewas
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#13
khawatir
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Being a Good Papa [ End ]
  • My Devil Husband || Choi Seungcheol
  • The Crazy CEO (Crazy Series #1) (End)
  • the loving ARLI
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • Gairah Liar Boss Gila [21+]
  • pewaris yang terlupakan
  • PINDAH RAGA
  • The CEO's House: Keluarga di Balik KekuasaanTHE END)

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan