Tentang Januari

Tentang Januari

  • WpView
    Reads 4,244
  • WpVote
    Votes 643
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 27, 2024
WpInfo
Fanfic
NCT
(COMPLETE) Manik Eshaal yang dipenuhi binar menatapku dalam. Bintang-bintang di matanya seolah berpendar, ikut bekerlap-kelip seperti gugusan di langit. Ia tersenyum yang entah mengapa membuat dadaku sesak. Entah sejak kapan, tarikan senyumnya membuatku merasa ingin menangis. "Akan ada waktunya kita pulang, kan? Akan ada waktunya kita saling jauh. Tapi kamu percaya, nggak? Jiwa manusia nggak akan hilang kecuali dia dilupakan. Jadi ... kalau aku harus pulang duluan, jangan lupain aku, ya." "Cahayaku mungkin akan hilang kayak kunang-kunang, tapi jiwaku nggak, kamu nggak perlu takut. Aku ada di dekatmu, dekat Bunda, dan Cila. Aku ada, Del, kayak bintang, walau sering kali nggak kelihatan. "Kita ketemu di kehidupan lain sebagai teman lagi, ya? Soalnya aku senang temenan sama kamu. Aku akan cari Nia nanti. Dia nggak kuat kalau harus berjalan sendirian, kan?"
All Rights Reserved
#674
sadstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Still with you 2  [ Revisi Dan Akan Di Bukukan ]
  • [✓] Y O U T H | Aesdream |
  • Prestige ✔️
  • [✓] The Right Heartbeat
  • La Nostra Storia | SM's 00L ✔
  • My Gay Hubby | JAEMINJEONG
  • match made in heaven; jaemin
  • Dusk In Your Eyes
  • COLDEST | NA JAEMIN ✔

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines