SEPETIK NADA

SEPETIK NADA

  • WpView
    Reads 200
  • WpVote
    Votes 96
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 23, 2022
Untuk mu, sepetik nada ini akan menjadi pengantar perasaan yang tak bisa ku katakan. Aku hanya manusia dengan penuh kekurangan akan tetapi cinta ku penuh dengan kelebihan. Untuk yang saling mencintai tapi tak dapat restu, untuk yang tak berkata namun penuh kata, kisah ini akan membimbing mu dari ketakutan menjadi sebuah alunan yang menyejukkan. "SEPETIK NADA" By Diyerd (penulis amatir) 🍁
All Rights Reserved
#239
lovehate
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)
  • Sepotong Kue Kenangan dan Secangkir Kopi Pahit
  • Cinta (Tidak) Bertepuk Sebelah Tangan
  • Narasi patah hati
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)
  • Hidup Untukmu, Mati Tanpamu
  • BERI AKU CINTA [Tamat]
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • WISHES.

The Winners Wattys2018 Catergories The Contemporaries Based On True Story Terinspirasi dari sebuah kisah nyata yang saya ceritakan kembali dengan sudut pandang penulis. Nama tokoh dan tempat kejadian disamarkan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. **** Bagaimana jika suatu kepercayaan dan kesetiaan dikhianati oleh dua orang yang sangat kamu cintai? Tidak ada kata lain selain ikhlas dan sabar dalam menghadapinya. Nasi sudah menjadi bubur, apa yang telah terjadi tidak bisa diubah kembali dan waktupun tidak bisa diputar kembali. Andaikan waktu bisa diputar ulang maka tidak akan pernah ada kata penyesalan. Hari menjelang pernikahan yang biasanya ramai dengan canda tawa serta senyum kebahagiaan, harus rela berganti dengan tangisan memilukan serta penyesalan seumur hidup. Ketika menjelang hari di mana Sekar akan melaksanakan Ijab Qabul pernikahannya. Dia dikejutkan dengan teriakkan sang ibu ketika mendapati kakak perempuannya-Kasih, yang telah bersimbah darah karena memotong urat nadi pergelangan tangannya sendiri. Selanjutnya dia dikejutkan kembali dengan kenyataan bahwa kakak perempuannya tengah hamil. Dan yang paling membuat Sekar terpukul, ketika mengetahui ayah dari bayi tersebut, tidak lain adalah calon suaminya sendiri-Dimas Aditya. Ucapan bahagia berubah menjadi bisik-bisik menjijikkan serta tatapan kasihan yang diberikan oleh sanak saudara serta para tetangga pada Sekar. Malu. Tentu saja Sekar malu, kecewa bahkan marah. Tetapi haruskah dia marah bila melihat wajah kedua orang tuanya yang telah lebih malu. Belum lagi dengan gunjingan dari kerabat dan tetangga tentang Kasih yang tega merebut calon suami adiknya sendiri. Bagaimana Sekar bisa menghadapi semuanya? Bisakah kata ikhlas dan sabar mengobati luka hatinya? Based On True Story ----- Copyright © November 2016 | Vea Aprilia | All Rights Reservered Dont copy-paste my Story.

More details
WpActionLinkContent Guidelines