KEVAN (On Going)

KEVAN (On Going)

  • WpView
    Reads 6,015
  • WpVote
    Votes 2,577
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 2, 2023
[BIASAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA] [TAHAP REVISI] "KEVAN!" "KEVAN!" Orang yang diteriaki tak menggubris, dia terus berjalan menjauh dari wanita yang baru beberapa menit bertemu. "SAYANG!" Kakinya terhenti saat mendengar ucapan 'sayang'. Kirana yang terus mengejar Kevan dari belakang pun terkapar di lapangan karena menabrak punggung kekar milik pria berwajah dingin itu. "Ih kira-kira dong kalo mau berhenti, kan sakit gue jatuh!" kesal Kirana sambil berdiri dan membersihkan roknya yang berdebu. "Tadi lo panggil gue apa?" tanya Kevan dengan datar. "Sayang," Kirana menjawab dengan santai. "Kenapa Lo manggil gue dengan sebutan itu?" Kevan terus mendesak Kirana dengan pertanyaan itu. Kirana terdiam seketika, tatapan Kevan sangat tajam membuat Kirana takut. Kirana mencoba memejamkan matanya dan merilekskan hatinya. Perlahan ia membuang nafasnya. "Karena__" Kevan memiringkan kepalanya ingin sekali tau jawaban Kirana. "Karena apa?" Baca selengkapnya... Kisah Kirana dan Kevan. -2 IN PANDANGAN 5/9/2021
All Rights Reserved
#23
kevan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • AKSARA (TAMAT)
  • ADVINES [TERBIT]
  • DEFIRA [Completed✓]
  • Bad Husband [End]
  • DEAR LAURA (ON GOING)
  • Kirana's Life [�ʟᴇɴɢᴋᴀᴘ]
  • Galang dan Naura ✔
  • Ragashka [END]
  • STAY WITH ME••ON GOING••

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines