ISYCHIA

ISYCHIA

  • WpView
    Reads 938
  • WpVote
    Votes 207
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 4, 2021
_________________________________________________________________ Dia Isychia Syuhadi, yang kerap kali disapa Chia. Seorang gadis yang memiliki kehidupan remaja yang sangat berbanding terbalik dengan masa kecilnya. Kehidupannya yang kini berbeda bukanlah tanpa alasan. Semenjak putra pertama keluarga Syuhadi meninggal, sejak saat itu pula kebahagiaanya ikut terseret lenyap. Dengan perubahan sikap Papanya dan begitu banyak larangan, aturan, serta kewajiban yang harus ia laksanakan membuat jiwanya tertekan. Ditambah fitnah dan juga teror yang selalu datang menghampirinya silih berganti. Hingga hadir sosok-sosok yang selalu datang memberikannya dukungan, namun secara bergilir merekapun meninggalkannya. Mampukah ia bertahan bersama kerasnya sebuah kehidupan? Ataukah ia memilih menyerah bersama takdir yang tak pernah ia pilih? *** "Pah, kenapa sih Papa selalu kaya gini. Selalu larang Chia ini dan itu. Dari kecil Pah, dari kecil Papa gak pernah setuju atas semua keputusan dan keinginan Chia. Kenapa pah?!" Keluh Chia disertai isak tangisnya. "Chia kecewa sama Papa." Ucap Chia dengan tersenyum pedih. Akan Chia ceritakan kisahnya disini. 'Selamat datang dikisahku yang penuh penolakan akan keinginanku.'
All Rights Reserved
#24
topeng
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sayang Tak Terbasuh Hujan
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkapβœ”
  • ARKALYA (END)
  • Bersaing atau Bersama? Pilih Satu!
  • As Time Allows
  • Sejarah Mantan (COMPLETED)

"Bapak..." Sebait nyeri terlaung lewat perihnya alunan tangis. Sakra menggenggam tangan sang ayah erat, menitikkan air mata tak henti. Bapak mengukir senyum. "Bapak akan selalu bangga menjadi ayahmu." Isakan Sakra terdengar semakin keras. Dia sesenggukan hingga dadanya terasa seperti terhimpit batu besar. "Nak... Hiduplah dengan baik. Raih semua cita-citamu. Ya? Bapak sangat menyayangimu, Sakra." Bapak mengelus pipi Sakra dengan tangan yang berisi infus. "Kamu ... adalah harta Bapak yang paling berharga." Hingga akhirnya mata itu terpejam. Tangan Bapak terjatuh lunglai tanpa daya. "BAPAK!" Kala itu, tangis datang sebagai saksi tentang sulur-sulur luka yang kian lekap memeluknya dengan perih yang menguliti sekujur jiwa tanpa ampun. Instagram : @inyasidhyaa Jangan lupa vote dan komen, yaa πŸ’–

More details
WpActionLinkContent Guidelines