Dear Arumi
  • WpView
    Reads 137
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 29, 2021
"Satu hal yang paling gue takutin di dunia ini adalah 'pergi' " ucap Arumi. Haykal yang mendengar pun hanya melirik nya sekilas lalu segera melangkah meninggalkan Arumi. Arumi nasha razeta. Seorang gadis yang sudah kebal dengan berbagai macam terpaan hidup. Dari berbagai macam masalah keluarga, pertemanan, serta masalah percintaan. Hingga datanglah Haykal Azril ansa, seorang laki-laki yang sangat tidak ia sukai dimasa lalunya. Ia datang seolah telah lupa dengan kesalahan yang dibuatnya di masa lalu. Namun bukan Arumi namanya yang meratapi hidupnya dengan kesedihan di setiap harinya, Arumi selalu terlihat riang dan bahagia. Itulah cara Arumi menutupi kesedihan nya Apakah Arumi akan tegar dalam menghadapi cobaan hidupnya? Apakah Arumi akan menerima Haykal dan memaafkannya? Semua itu akan terjawab di kisah seorang gadis bernama Arumi. Dear Arumi
All Rights Reserved
#363
hikmah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut Luka Nazea
  • ARUMI ALIVIA RAZETA
  • SAGARARUNA (TERBIT)
  • RENJANA DERANA [END]
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • Lantas (END)
  • Devilish Love
  • LUKA

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines