Adi, My Duda

Adi, My Duda

  • WpView
    Reads 34,428
  • WpVote
    Votes 1,647
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 29, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Udah duda punya buntut wahid! Masih aja ngeselin, t-tapi Engkok terro ka kakeh."-Eli "Saya kira kamu udah dewasa. Ternyata masih bocah baru dapet KTP, t-tapi saya bahagia hanya melihat wajah kamu."-Adi _____________________________ "Whahaha gitu. Tapi beneran deh, kamu El kalo saya gak lihat KTP kamu yang baru jadi itu. Saya nyangkanya kamu gak seumuran Leli lho." ledek Adi membuat perempatan merah di dahi Eli muncul. Padahal, baru saja suasana hati Eli mellow sedikit. Ini malah di ajak nanjak ke emosi yang kesal. "Oh, aku juga gak nyangka lho Kak. Mungkin harusnya aku manggil Kakak itu om? Paman? Kan ya? Kalo gak ketemu di pantai waktu itu, aku gak bakalan tahu kalo kamu udah punya buntut gembul kaya gini." balas Eli tak kalah baddas sambil menggoyangkan badan Laila yang tertidur di pangkuannya. Kepo sama tingkah kebagongan mereka? Cuss klik baca simpan di perpus kalian♥ By:Wfathul♡ Strad: Sabtu 06/02/2021 End : _
All Rights Reserved
#56
madura
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NIDA ( END )
  • Risalah Kasih
  • ALA
  • TAK DIDUGA [END]
  • Bukan Zahra dan Ali [ 𝐄𝐍𝐃 ]
  • Cuek? Bodo amat!! [TERBIT - Tersedia versi E-BOOK]
  • High School World [END]
  • Cinta Di SMK♥ (On Going)
  • COUPLE GOALS (REVISI)
  • Mawar Hitam Berdarah

"Berhenti main main! Gue pengen serius." Tukas Aldi dengan wajah seriusnya, tanpa ada sedikit unsur candaan. Ia nampak sedikit gusar sebab wanita dihadapannya ini tak pernah menganggap ucapannya serius. Nida sedikit ketakutan saat laki laki didepannya itu menaikkan nada bicaranya. Ia juga terkejut,laki laki yang satu ini selalu menjadikan apapun seperti lelucon dan candaan, namun kini dia terlihat begitu serius membuat Nida tak mampu menjawab dan hanya bisa membisu. Sial! Kenapa jantungnya berdegup keras. Ya ampun Nida merasakan pipinya memanas. "Lo harus jawab, nona muda." Aldi mendekatkan tubuhnya pada gadis dihadapannya hingga jarak mereka semakin tipis. Aldi merendahkan pandangannya, sebab tinggi mereka tidak setara. Dan di sini jelas Nida lah yang tidak terlalu tinggi. Nida mengangkat kepala dan pandangannya. Aish! Jantungnya sangat berdegup kencang. "Runtuhin tameng hati gue. Buat gue percaya akan hal itu." Ujar Nida dengan bersikeras menahan degupan di dada nya. Seulas senyuman terukir di wajah indah Aldi, dia kemudian mengambil jarak kembali menjauhkan tubuhnya,sebab ia tahu bahwa gadis dihadapannya itu tidak nyaman. "Setelah gue berhasil, gue gak bakal lepasin lo. Gue yang akan jadi pemenang. Hm?" Terdengar jelas seperti tantangan Aldi berucap. Membuat Nida semakin kalut. Ahhg! Aldi selalu saja berhasil membuat desiran aneh dalam tubuh Nida. Demi apapun Nida ingin menendang Aldi jauh jauh saat jantungnya berdegup keras. Bisa semakin malu ia jika Aldi mendengar degupan jantungnya. Tanpa Nida sadari, ia lah yang terjebak oleh ucapannya itu. Antara hati dan logika. note : ( Beberapa adegan terinspirasi dari cerita orang sekitar. ) ( Dipublikasikan pada : 6 Juli 2020 ) ( End ) ( Dilarang copas, atau plagiat cerita ini! Mikir sendiri jangan seenaknya, lu kira nyari ide cerita segampang nyari upil? ) Rank 1 #Nida ( 8 Juli 2023 ) Rank 1 #pdkt ( 21 Juli 2023 )

More details
WpActionLinkContent Guidelines