Your Last Wish

Your Last Wish

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 26, 2021
[Cooming Soon] Apa yang bisa dilakukan jika sudah mati? Harapan yang selalu didambakan sewaktu masih hidup kini sirna. Waktunya sudah habis untuk menggapai harapan itu. "Tapi, bagaimana jika kamu diberi kesempatan untuk ke dunia kembali? Apa kamu akan mewujudkan harapanmu itu?" Seorang gadis pendek, dengan rambut sisa diikat di samping itu mendongak. Menatap malaikat maut yang memberikannya tawaran itu. "Bagaimana?" tawar sang malaikat maut dengan bibir menyungging senyum. "Memangnya aku masih bisa ke dunia walaupun sekarang aku hanyalah roh?" tanya Akari, rautnya terlihat bingung. "Tentu saja bisa~ tapi, yah,.. aku harap kamu bisa bertahan di sana. Demi menemui orang yang kamu dambakan itu." Sang malaikat maut sedikit membungkuk, mendekatkan wajahnya ke Akari sambil tersenyum. "Jadi..?" Malaikat maut itu menunggu jawaban Akari. Akari diam bergeming menatap tatapan mata hitam kosong milik sang malaikat maut. Ia berpikir sebentar sebelum akhirnya.. "Baiklah." ...menyetujuinya. •° •▪︎~ Story by Azlea_ ⚠ Don't copy paste this story ⚠ 📖 Happy Reading 📖
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Semu [Completed]
  • Last Life In Annihilation
  • The First, Not the Last
  • THE SECOND ENDING [END]
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • Villain Also Has A Reason [END]
  • Kaisar, Tolong Abaikan Saya! [END]
  • Ex or New? [REVISI]

"Ck. Kenapa sih setiap ketemu, selalu dalam kondisi memprihatinkan?" Suara itu, cukup membuatku mendongak memperhatikan seorang pemuda yang berdiri tepat dibawah sinar rembulan, jatuh membayanginya. Meski temaram aku masih dibuat takjub melihat senyum tipisnya. Malaikat Izrail.. Takjub atau takut? Ia berjongkok, sejajar dengan wajahku. Pemuda itu tersenyum lembut menatapku dengan mata hitam teduhnya. Tampak tak biasa ketika senyumnya semakin menguras energi di tubuhku seolah menyatakan bahwa nyawaku memang akan habis malam itu juga. Dibawah tatapannya. "Selalu aja cengeng. Pinjem Hp lo bentar, minta sms!" Dia berucap santai sambil menengadahkan tangannya. Aku menatapnya bingung, dia kesini hanya untuk meminta sms? ________ Dia membuatku mengerti apa arti rasa dan apa arti tinggal. kisah yang dia buat untuk ku mengerti, kedua rasa itu bisa dikendali tetapi tidak selalu dimiliki. dunia, kehidupan, binatang, tumbuhan bahkan manusia sifatnya Semu. Apa yang harus kulakukan ketika aku mengetahui segalanya? Menjauh atau tetap merengkuh? walau segalanya berakhir semu, 'Rasa' itu tetap akan membekas bukan? percayalah aku mencintaimu, namun aku tidak pernah mengatakannya. Amazing cover by : @rcover_ed ******* cerita pertama, semoga suka😊*******

More details
WpActionLinkContent Guidelines