"Kҽραԃα ʂαɳɠ ρҽɱιʅιƙ ƚҽƙα-ƚҽƙι αʅαɱ ʂҽɱҽʂƚα ƙυ ԋαɳყα ιɳɠιɳ ƚαƙԃιɾ ƚҽƙα-ƚҽƙι ƙυ ƚαƙ ʂҽɾυɱιƚ ɾυɱυʂ ԋιԃυρ ʂҽʅυɾυԋ υɱαƚ ɱαɳυʂια".
-RɱႦʅɳ.
~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~
Kata orang dia bisu. kata orang ia tak bisa bicara.
orang bilang ia bisu yang berarti tak bisa berbicara.
Dihina dicaci dan dimaki, hal biasa yang ia selalu dengar dari orang sekitar nya, padahal mereka tak tahu! ya tak tahu!.
orang tua nya bahkan tak menganggap nya karna ia tak bisa bicara.
tak ada yang mengerti dirinya! dan hanya dirinya lah yang mengerti.
mereka tak tahu bahwa apa yang sebenarnya terjadi pada nya.
ia bukan tak bisa bicara hanya saja ada beberapa hal yang harus di sembunyikan!..
bilang dia gadis misterius! ya! dia sangat misterius! tak ada yang tahu jalan pikiran nya.
menurut nya "yang dianggap hina belum tentu hina! hanya saja banyak yang harus disembunyikan terhadap orang lain" itu fikir nya.
Kisah ini dimulai ketika kalian membaca nya!
⚠️16+
•banyak adegan kekerasan!, Kata kata non baku/kasar, kadar action terlalu overdosis harap memilih bacaan yang tepat.
Start : 2 February 2021
Finished : tidak diketahui-!!
See You My Books!
Happy Reading <3 ♡
-•-•-•-♡-•-•-•-
Dear Para Plagiarisme :
Pasal 72 ayat (1):
"Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak
melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/ atau denda paling sedikit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar
rupiah)".
Pasal 2 ayat (1):
"Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dil
DON'T COPY MY STORY!
"Jaket lo mana?"
"Ada di tenda."
"Kenapa gak pake?"
"Lupa," Cantika hanya nyengir kuda yang membuat Rendi memutar bola matanya malas.
Rendi langsung melepas jaket yang ia pakai. Kemudian ia berika kepada Cantika, "pake."
"Loh? Gausah, lo pake aja. Gue gapapa."
"Pake." balas Rendi penuh penekanan dan tatapan mata yang seolah tidak boleh di bantah.
Melihat itu, ia hanya bisa mengangguk dan kemudian memakai jaket itu. Selesai ia memakainya, ia mengerucutkan bibirnya.
"Gede banget," ia mengadu.
Bagaimana tidak, jaketnya bahkan hampir menyentuh lututnya. Apa ini karena tubuhnya yang terlalu kecil, atau memang tubuh Rendi yang berbeda jauh dengannya.
"Badan lo kecil." tandasnya.
Cantika menganga tidak percaya, ia lagi-lagi dikatai kecil oleh Rendi. "Gue gak kecil ya, lo aja yang ketinggian."
"Sama aja, intinya lo kecil," ia mengedikan bahunya cuek dan berjalan meninggalkan Cantika.
#7 in mos [15 Januari 2019]
#15 in ceritasma [9 Januari 2020]