Pahit dalam Kemanisan

Pahit dalam Kemanisan

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 30, 2021
"Maaf aku gagal, mungkin karena dari awal jalan kita udah berbeda dan mungkin karena kita nggak seharusnya berjalan lebih jauh dari ini" "Jaga diri baik-baik ya, aku udah nggak bisa ingetin kamu lagi" "Kamu jangan suka cuek-cuek lagi, karena kamu punya senyum yang bagus, nggak perlu di tutupin". "Maaf aku pergi, tapi nanti jika ada waktu, mungkin saja aku bisa datang lagi, walau bukan untuk kamu tapi setidaknya aku bisa datang untuk sekedar melihat kamu". _AND_
All Rights Reserved
#180
alaska
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AIRen
  • ADYRA
  • A Love Left Unspoken
  • Don't Talk About Money
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • Terima kasih Ravindra
  • yu n ai [ END ]
  • Mungkin? (Tamat)
  • AURORA
  • My Perfect Senior
AIRen

Alya, siswi SMA yang terkenal cuek dan nggak pernah peduli soal cinta, tiba-tiba dihampiri sosok cowok kuliahan yang punya semua hal yang bikin hati perempuan gampang luluh: sabar, konsisten, dan... terlalu baik. Naren, cowok 21 tahun yang baru lulus semester empat, jatuh hati sejak pertama lihat Alya. Tapi jalan buat masuk ke hati Alya bukan jalan tol. Dia harus jalan kaki, sambil ujan-ujanan, kadang ditendang, kadang juga ditatap kosong. Tapi dia tetap tinggal, tetap bilang: "Gak apa-apa, asal aku boleh ada di sini." Bukan kisah cinta yang mudah. Ini tentang ngejar seseorang yang bahkan gak yakin bisa dibuka hatinya. Tapi Naren percaya, rasa yang tulus gak akan sia-sia. ••• "Aku suka kamu, Alya... lagi." Naren berdiri di bawah hujan, rambutnya basah, suaranya sedikit bergetar. Alya mengalihkan pandangan. "Udah berapa kali sih kamu ngomong gitu?" "Lima." "Trus kenapa masih bilang?" "Karena aku gak bisa berhenti... kamu bisa tolak aku sekeras yang kamu mau, tapi aku gak bisa pura-pura gak peduli." Alya mendesah, tapi matanya berkaca. Naren melangkah sedikit lebih dekat. "Tolong... sekali aja, kasih aku alasan buat bertahan. Atau... kasih aku alasan buat berhenti."

More details
WpActionLinkContent Guidelines