Dear Muazin

Dear Muazin

  • WpView
    Reads 1,073
  • WpVote
    Votes 332
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadComplete Tue, Jun 28, 2022
Mendengarkan suaramu adalah hobiku. Menjadi milikmu adalah impianku, tetapi apalah dayaku yang berada jauh di bawahmu. Aku sadar, aku terlalu Astaghfirullah untuk kamu yang Maa Syaa Allah. Hatiku berlabuh kepadamu, tetapi kamu menolak untuk menjadi nakhodaku. Bisakah perahu ini sampai ke tempat tujuan tanpa ada yang mengendalikan? -Layla Putri Khairunnisa *** Dengan latar belakang Kota Beriman, bagaimanakah akhir kisah ini berjalan? Dengan tawa kebahagiaan, atau justru tangisan kenestapaan? ================== ================== # 1 _ Banjari [09.05.21] # 2 _ Muazin [09.05.21] # 5 _ Februari [26.05.21] # 8 _ Aksara [29.05.21] # 3 _ Februari [31.05.21] # 5 _ Aksara [04.06.21] # 6 _ Cintaislami [09.06.21] Dipublish: Kediri, 22 Februari 2021 Selesai: Kediri, 25 Mei 2021 ☞Setiap apa yang kita lakukan di dunia, akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat. Begitu juga jika ada yang menjiplak cerita ini. Saya sadar, hasil karya saya tidak sebaik hasil karya orang-orang di luar sana. Tapi saya juga tidak ridho jika ada yang menjiplak karya saya. So, mari hargai orang-orang yang ingin berkarya. ©2021 Cover dari Pinterest, Google, dan diedit di Polish.
All Rights Reserved
#52
bestseller
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Tak Bertuan
  • [End] Aurora | Kimetsu no Yaiba
  • Dear, Zaujaty (SUDAH TERBIT)
  • Diary Salsa (Completed)
  • REGATHAN [END]
  • Alsafar✔〚END〛
  • Imam Hati ✔️ (Part Lengkap)
  • mr.bean Ibrahim  End|
  • alunan diksi (sudah Terbit)
  • HALAQAH CINTA (SUDAH TERBIT) ✓

Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! 😉✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines