Enchanté, Ex!

Enchanté, Ex!

  • WpView
    Reads 5,193,507
  • WpVote
    Votes 429,302
  • WpPart
    Parts 61
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 15, 2022
Bertemu kembali dengan mantan, apa yang akan kalian lakukan? Bersembunyi? Pura-pura tidak lihat? Pura-pura tidak kenal? Atau malah menyapanya? Nayara melakukan opsi ke 3 dan 4. Pura-pura tidak kenal dan menyapanya. Terdengar aneh? Memang, tapi akan lebih aneh lagi kalau Nayara bersembunyi dan pura-pura tidak lihat. Tidak mungkin ia bersembunyi dan pura-pura tidak melihat pelanggan yang memasuki toko bunganya. Jadi sekarang sudah mengerti kenapa Nayara melakukan opsi ke 3 dan 4 kan? Nayara bertemu kembali dengan Arsen, mantan kekasihnya sewaktu SMA, di toko bunga miliknya sendiri. Nayara pura-pura tidak mengenalnya dan menyapanya dengan ramah selayaknya ia menyapa para pelanggannya selama ini. Karna kesalahan Arsen di masa lalu, Nayara berdoa semoga ini menjadi pertemuan kembali pertama dan terakhir kalinya untuk mereka. Akan tetapi, sepertinya Tuhan memiliki takdir lain untuk mereka. Start : 28/02/2021 End : -
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines