Story cover for Serdadu Darat by puzaavr_
Serdadu Darat
  • WpView
    LECTURES 14
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 1
  • WpView
    LECTURES 14
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 1
En cours d'écriture, Publié initialement janv. 25, 2021
Peristiwa Palagan, Bojongkokosan : 1945-1946.

Sinopsis :
Pada tanggal 9-12 Desember 1945 terjadi Pertempuran Bojongkokosan yang disebabkan karena penyergapan oleh pemuda dan pejuang Indonesia terhadap pasukan konvoi tentara Inggris yang hendak memperkuat pasukannya di Bandung.

Terjadinya Pertempuran Bojong Kokosan dimulai ketika pasukan tentara Inggris, Gurkha, dan NICA sebanyak satu batalyon berusaha masuk ke Sukabumi. Kedatangan tentara sekutu ke Sukabumi dilatarbelakangi oleh tiga tujuan utama, yaitu: Mengambil tawanan Jepang di daerah Sukabumi dan sekitarnya.

Hasan A. Basman yang saat itu menjadi Perwira termuda TKR (Tentara Keamanan Rakyat) terpaksa harus pergi jauh dari sang istri dan keluarganya yang sudah lama ia tinggalkan itu demi menjalankan tugas di Jawa Barat. Hasan yang tergolong kental dengan agama selalu berdoa setiap ia ditugaskan keluar kota agar bisa pulang dengan tubuh yang masih utuh.
Tous Droits Réservés
Table des matières

1 chapitre

Inscrivez-vous pour ajouter Serdadu Darat à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#61inggris
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Perjuangan Santri, écrit par raysbanaw
19 chapitres Terminé Contenu pour adultes
Di tengah gejolak Perang Dunia II, Pesantren Al-Hikmah menjadi saksi bisu perjuangan sekelompok santri yang berjuang mempertahankan tempat suci mereka dari ancaman penjajahan Jepang. Budi, seorang santri muda yang bersemangat namun mudah marah, bersama dengan sahabat-sahabatnya, Iya, dan Agus, berusaha menjaga keutuhan pesantren saat berita tentang gerakan pasukan Jepang mulai merebak. Konflik semakin memanas saat Jenderal Imamura, pemimpin pasukan Jepang, bertekad untuk mengubah pesantren menjadi markas pusat pasukan mereka. Ketegangan meningkat saat serangan awal terjadi, mengakibatkan kehilangan besar, termasuk kematian Iya, kekasih Budi, yang mengguncang semangatnya. Namun, setelah melewati duka dan kehilangan, Budi bangkit dari keterpurukan, memimpin teman-temannya merencanakan strategi bertahan. Dengan dukungan Kyai Rais, mereka menerapkan taktik "empat mata angin" untuk melawan pasukan Jepang dalam pertempuran besar yang menentukan. Pertempuran sengit mengguncang pesantren, mengakibatkan banyak korban, tetapi juga memunculkan momen puncak ketika Budi menghadapi Jenderal Imamura secara langsung. Setelah perjuangan berat, santri berhasil merebut kembali pesantren mereka, tetapi dengan banyak kehilangan yang menyakitkan. Meskipun masa lalu dipenuhi dengan duka, Budi dan santri lainnya bertekad untuk membangun kembali Pesantren Al-Hikmah. Dalam proses rekonstruksi, mereka menemukan kekuatan dalam persatuan dengan masyarakat desa. Festival dirayakan untuk merayakan harapan dan kebangkitan, menguatkan ikatan antara santri dan warga. Akhirnya, Budi merenungkan perjalanan yang telah dilalui, berkomitmen untuk meneruskan nilai-nilai yang diajarkan dan menjaga pesantren sebagai tempat harapan dan pendidikan. Dengan semangat baru dan harapan yang menyala, mereka siap menghadapi masa depan, menjaga Pesantren Al-Hikmah sebagai simbol ketahanan dan cinta dalam komunitas yang telah terjalin.
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 7
JEJAK NILAI PERJUANGAN cover
Redemption: Anaphalis Amorfati cover
Perjuangan Santri cover
秋雨 "Hujan Musim Gugur" [END] cover
_✧༷ꦿ݈۟⸼͓۬࣪ꪶ🌾歴史史 (Rekishi-Shi)_||SUNAKITA|| cover
CERITA SOEKARNO cover
Once Upon a Time 'Since 1965' cover

JEJAK NILAI PERJUANGAN

18 chapitres Terminé

Sebuah catatan tentang jejak dan nilai perjuangan tanpa cela, dalam rangkaian kisah kehidupan seorang pejuang mengejar tiga kemerdekaan yang diimpikannya. Saat ini Anda sedang membaca Buku Kedua yang mengisahkan tentang Jejak Nilai Perjuangan, sebagai bagian dari Perjuangan Tanpa Cela sang pejuang.